Tim FASTANA (Fasilitator Tangguh Bencana) TDMRC Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Satgas USK terus melanjutkan aksi respons kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan logistik ke sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor akibat Badai Senyar.
Kegiatan distribusi telah berlangsung sejak Selasa, 2 Desember, dan hingga kini masih terus berlanjut.
Berdasarkan pemantauan tim di lapangan, material lumpur menutupi lahan pertanian dan sebagian besar pemukiman warga, bahkan di beberapa titik tinggi lumpur mencapai hampir separuh rumah. Kondisi tersebut mengakibatkan akses menuju desa terdampak sangat terbatas sehingga upaya pengiriman bantuan membutuhkan perhatian dan kehati-hatian ekstra dari relawan.
Meski situasi masih penuh tantangan, warga tetap menunjukkan semangat untuk bangkit. Bantuan berupa kebutuhan pangan, air bersih, selimut, serta perlengkapan sanitasi menjadi dukungan yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini.
Anggota Tim FASTANA, Hifzhil Fuadi, turut menyampaikan perkembangan lapangan.
“Sebagian jalan masih berlumpur dan licin sehingga cukup berbahaya bagi pengendara motor. Ada juga jalur yang sudah kering namun berdebu dan berisiko bagi relawan jika tanpa masker. Alhamdulillah distribusi hari ini berjalan lancar,” ungkapnya.
Selain penyaluran bantuan logistik, tim juga menyampaikan adanya kebutuhan mendesak donor darah golongan O+ untuk salah satu warga terdampak. FASTANA TDMRC USK dan Satgas USK mengimbau masyarakat serta relawan yang memenuhi kriteria untuk membantu sesuai prosedur layanan donor darah yang berlaku.
USK melalui FASTANA dan Satgas menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat hingga pemulihan dapat berjalan lebih baik. Distribusi bantuan akan dilakukan secara berkelanjutan dengan prioritas pada daerah yang tingkat kerusakannya paling parah dan sulit dijangkau.