Universitas Syiah Kuala

DWP USK Gelar Serah Terima Jabatan Pengurus Baru

Dharma Wanita Persatuan Universitas Syiah Kuala (DWP USK) menggelar serah terima jabatan pengurus baru untuk masa periode 2026 – 2031. Kegiatan yang dihadiri pengurus DWP USK ini digelar di Aula FMIPA USK. (Banda Aceh, 17 April 2026).

Pada kegiatan ini, Ketua DWP USK yang lama Eti Indarti Marwan melakukan serah terima jabatan dengan Ketua DWP USK yang baru yaitu Aida Rina Elsivia Mirza.

Dalam sambutannya, Eti Indarti Marwan menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih serta apresiasi yang besar terhadap seluruh pengurus DWP yang lama. Sebab dirinya menilai selama ini DWP telah menunjukkan perannya untuk berkontribusi positif dalam mendukung kinerja universitas.

“Banyak program DWP yang sudah kita lakukan bersama. Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, semoga semangat dan kebersamaan kita ini dapat terus terjaga,” ucapnya.

Selanjutnya, Aida Rina Elsivia Mirza mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin DWP USK. Dirinya menilai, kegiatan hari ini adalah awal dari perjalanan besar DWP yang penuh makna. Sebab menurutnya, DWP pada hakikatnya adalah organisasi kewanitaan yang berfungsi sebagai sistem pendukung (supporting system) bagi para suami.

“Sebagai organisasi yang menghimpun para istri di lingkungan instansi, peran utama kita adalah memudahkan langkah dan tugas suami, bukan malah menjadi beban tambahan bagi mereka. Inilah prinsip dasar yang harus kita sepakati dan pegang teguh bersama,” ucapnya.

Dirinya pun sangat mengapresiasi Kepemimpinan Eti Indarti Marwan telah  banyak berbuat untuk USK melalui berbagai program DWP. Meski masa tugas Eti Indarti telah usai, namun jejak pengabdian, catatan program yang disusun dengan keikhlasan, serta edukasi yang ia berikan tidak akan pernah terhapus.

“Pembangunan yang telah beliau rintis akan terus kita kenang dan doakan agar menjadi berkah bagi kehidupan beliau ke depannya,” ucapnya.

Selanjutnya, ia berharap DWP kedepannya dapat menunjukkan perannya lebih optimal. Mengingat DWP bukanlah sekadar tempat berkumpul karena status jabatan suami, melainkan ruang untuk saling mendukung dan menebar manfaat. Menatap lima tahun ke depan, tugas ini tentu tidak bisa dipikul sendiri.

“Kami sangat membutuhkan dukungan doa, saran, pikiran, hingga tenaga dari Ibu-ibu sekalian. Segala kebaikan yang kita tanam di sini, sekecil apapun langkahnya, insya Allah akan menjadi majelis ilmu dan pintu pembuka surga yang tidak kita sangka-sangka,” ucapnya.