Universitas Syiah Kuala

Dosen USK Wakili Indonesia pada Program Research Leadership di Universitas Oxford

Dosen Universitas Syiah Kuala Dr. Ichsan, M.Sc., Ph.D., Sp.KKLP., Subsp.FOMC mewakili Indonesia sekaligus menjadikan USK sebagai universitas pertama dari Indonesia yang mengikuti Oxford International Primary Care Research Leadership Programme.

Program ini merupakan program pengembangan kepemimpinan riset yang diselenggarakan oleh Nuffield Department of Primary Care Health Sciences, University of Oxford, Inggris.

Program bergengsi tersebut dirancang khusus bagi peneliti pascadoktoral yang diproyeksikan menjadi pemimpin riset masa depan di bidang layanan kesehatan primer (primary care). Selama tiga tahun, para peserta akan mengikuti rangkaian pelatihan kepemimpinan riset, coaching, pengembangan jejaring internasional, hingga penyusunan strategi riset global bersama para akademisi terkemuka dunia.

Keikutsertaan USK dalam program ini menempatkan universitas kebanggaan Aceh tersebut sejajar dengan sejumlah perguruan tinggi terbaik dunia yang menjadi institusi asal peserta, di antaranya University of Oxford (Inggris), University of Cambridge(Inggris), Karolinska Institute (Swedia), University of Glasgow (Skotlandia), University of St Andrews (Skotlandia), University of Exeter (Inggris), University of Saskatchewan (Kanada), University of Düsseldorf (Jerman), serta Flinders University (Australia).

 Dari sepuluh peserta internasional yang diterima pada Cohort-18, USK menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia. Pencapaian ini sekaligus memperkuat posisi USK dalam membangun kolaborasi akademik internasional dengan perguruan tinggi kelas dunia.

Keterlibatan ini sangat selaras dengan upaya USK dalam mengikuti program World Class University (WCU) yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Melalui program ini, USK terus memperluas jejaring internasional, meningkatkan kualitas riset, publikasi, serta kapasitas dosen agar mampu bersaing pada tingkat global. Upaya tersebut juga tercermin dari peningkatan posisi USK pada berbagai pemeringkatan dunia.

Berdasarkan Times Higher Education (THE) World University Rankings 2026, USK berada pada kelompok peringkat 1501+ dunia dan menempati peringkat ke-9 di Indonesia. Pada THE Impact Rankings 2026, USK melonjak ke kelompok peringkat 301–400 dunia, sekaligus menjadi universitas dengan peringkat tertinggi di Pulau Sumatera.

Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A, menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut. Menurut Rektor, pimpinan universitas sangat mendukung capacity-building staf pengajar di level internasional seperti yang dilakukan oleh Dr. Ichsan ini.

“Lebih penting dari itu, dengan terpilihnya USK sebagai universitas pertama di Indonesia pada program di Universitas Oxford ini, rekognisi USK di tingkat global tentu akan semakin kuat dan luas,” ujar Rektor.

Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Heru Fahlevi, S.E., M.Sc., Ak menegaskan, bahwa keberhasilan tersebut merupakan bagian dari strategi internasionalisasi USK. Menurutnya, capaian ini adalah kebanggaan bagi USK dan perguruan tinggi di Indonesia.

“Saat ini USK sedang berupaya memperluas jejaring internasional, terutama dengan perguruan tinggi Top 100 dunia di berbagai negara, guna meningkatkan kualitas dosen dan lulusan yang nantinya akan mengabdi serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Keikutsertaan pada program Oxford ini sangat sejalan dengan upaya USK dalam Program World Class University,” katanya.

Program yang diselenggarakan Universitas Oxford tersebut tidak hanya berfokus pada penguatan kemampuan memimpin tim riset, tetapi juga membangun kolaborasi lintas negara, mengembangkan budaya riset, meningkatkan produktivitas ilmiah, hingga memperkuat pengaruh penelitian terhadap kebijakan kesehatan masyarakat.

Seluruh rangkaian program berlangsung selama tiga tahun melalui tiga pertemuan residensial di Oxford yang membahas kepemimpinan riset dasar, kepemimpinan organisasi, dan kepemimpinan strategis.

Bagi USK, partisipasi dalam program ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi kolaborasi akademik yang lebih luas dengan berbagai universitas terbaik dunia, sekaligus meningkatkan visibilitas internasional institusi melalui pengembangan kapasitas dosen, riset kolaboratif, publikasi bersama, dan jejaring global yang berkelanjutan.

Dr. Ichsan menyampaikan bahwa kesempatan mengikuti program tersebut bukan hanya merupakan pencapaian pribadi, tetapi merupakan amanah untuk membawa nama baik Universitas Syiah Kuala dan Indonesia di tingkat internasional.

Selama mengikuti program ini ia banyak belajar mengenai research leadership, membangun kolaborasi internasional, serta bagaimana menghasilkan riset yang berdampak bagi masyarakat.

“Saya berharap pengalaman dan jejaring yang diperoleh dapat dibawa pulang untuk memperkuat kapasitas riset di USK, khususnya dalam bidang primary care dan kesehatan masyarakat, sekaligus membuka lebih banyak peluang kolaborasi internasional bagi dosen dan mahasiswa USK,” ujarnya.

Dengan semakin kuatnya jejaring internasional dan meningkatnya kapasitas sumber daya manusia, USK optimistis dapat mempercepat transformasi menuju World Class University, sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian berbagai persoalan kesehatan, baik di tingkat nasional maupun global.