Dosen USK dan Komunitas di Banda Aceh Pungut dan Pilah Sampah di Pantai Aluenaga

Sejumlah dosen dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) dan Fakultas Teknik Arsitektur, Universitas Syiah Kuala (USK) beserta lebih dari 60 kelompok muda mewakili berbagai komunitas di Banda Aceh, seperti Fastana, Sahabat Bumi (SoBi), Senyum Anak Nusantara (SAN) Aceh, ICAIOS, KamiKita, melakukan beach cleaning  atau bersih pantai Alue Naga, Banda Aceh, Minggu (04/06/2023).

Kegiatan sosial ini merupakan bagian dari program Hilirisasi Inovasi Universitas Syiah Kuala (HIU) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPP) USK, yang bertujuan untuk sosialisasi aplikasi jemput antar sampah terpilah masyarakat, yang disebut e-tikbroh.yak yang dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi USK (https://www.instagram.com/e_tikbroh_yak/).

Aplikasi ini akan segera hadir di Playstore dan dapat diakses serta dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Aplikasi ini hadir menjadi penghubung antara masyarakat (yang menghasilkan sampah) dengan mitra, yang akan memanfaatkan sampah terpilah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomis, salah satunya seperti yang dilakukan kelompok pengrajin ADT Reuse Products (https://www.instagram.com/adtreuse_product/).

“Melalui aplikasi e-tikbroh.yak, harapannya dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi volume sampah di kota Banda Aceh yang terus meningka,” kata Rizanna Rosemary, ketua HIU USK sekaligus CEO e-tikbroh.yak. Selain mendapatkan edukasi terkait pilah sampah yang efektif, masyarakat yang menggunakan aplikasi ini akan mendapatkan manfaat berupa sampah terpilah yang dijemput, yang akan ditimbang untuk diberikan poin sesuai kategori sampah. Jumlah poin yang terkumpul dapat ditukar dengan uang dan produk hasil karya mitra e-tikrboh.yak. 

Kegiatan pungut dan pilah sampah di pantai Alue Naga juga dilakukan bertepatan dengan Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2023, dengan mengambil tema “Kami butuh lingkungan bersih, bukan puntung rokok,” dalam rangka mengedukasi masyarakat akan bahaya rokok baik bagi kesehatan, juga lingkungan.

Menurut Ketua Natural Aceh, mitra e-tikbroh.yak, Zainal Abidin Suarja, “Kami percaya dengan melibatkan masyarakat akan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan pantai dan melindungi lingkungan dari dampak negatif limbah tembakau.”

Leave a Reply