(1).jpg)
Dosen Unsyiah menjadi keynote speaker pada acara talkshow beasiswa luar negeri yang diinisiasikan oleh komunitas Bahasa Inggris di Kota Langsa. Tiga komunitas, Rumoh Bahasa, MbaPratama, dan Lembaga Daun Pisang, adakan acara ini untuk memotivasi para pemburu beasiswa (scholarship hunters) di Kota Langsa untuk dapat mempersiapkan diri meraih berbagai beasiswa luar negeri tersedia. Acara talkshow ini dilaksanakan di Kick Ngopi pada 25 Desember 2019.
Dr. Iskandar Abdul Samad, MA, Dosen FKIP Bahasa Inggris Unsyiah yang juga alumni University of New England, Australia mengatakan bahwa ada delapan beasiswa yang dapat dimanfaatkan oleh para scholarship hunters untuk melanjutkan studi ke luar negeri, empat beasiswa pemerintah Australia dan empat beasiswa dari pemerintah Indonesia.
“Kepada kawan-kawan semua para scholarship hunters, ada delapan beasiswa yang dapat dilamar untuk lanjut studi ke Australia. Empat diantaranya berasal dari Pemerintah Australia dan empat lagi dari Pemerintah Indonesia”, ujar Dosen Unsyiah ini.
(2).jpg)
Lebih lanjut, Iskandar menguraikan “Keempat beasiswa Pemerintah Australia yaitu Australian Awards Indonesia, Australia APEC Women in Research Fellowship, Australian Government Research Training Program dan Destination Australia. Sementara empat beasiswa Pemerintah Indonesia adalah LPDP, Dikti, Mora, dan BPSDM Aceh”, tutup Doktor jebolan Australia ini.
Khairatul Ulya, M.Ed, Dosen IAIN Zawiyah Cot Kala dan alumni Deakin University memaparkan bahwa yang terpenting dalam melamar beasiswa ke Australia adalah persiapkan nilai IELTS yang tinggi, terkhusus nilai writing.
“Bagi yang ingin melamar beasiswa ke luar negeri, persiapkan diri dengan belajar Bahasa Inggris akademik mulai sekarang. Belajar berbagai skill yang diperlukan untuk empat jenis test IELTS seperti Listening, Reading, Speaking dan Writing. Prioritaskan pada nilai writing untuk dapat nilai lebih tinggi karena skill ini sangat diperlukan dalam menulis tugas-tugas yang diberikan oleh para dosen di Australia”, ungkap Ulya.
Acara talkshow makin menarik saat moderator mempersilakan Safrida, alumni Leeds University, Inggris dan Rahmi alumni ICCR, India, untuk berbagi pengalaman mereka menyelesaikan studi S2 nya di benua berbeda ini.
Acara talkshow dipandu oleh dua moderator muda professional, Zulfikar dan Febri Taksa Elnanda yang keduanya sedang menunggu letter of offering admission dari kampus di Australia untuk program S2-nya. Kedua moderator ini adalah penerima beasiswa LTAPT tahun 2019 untuk persiapan IELTS.
Hadir di acara ini Ketua MPD Kota Langsa, Kepala Bidang Keolahragaan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Langsa, para dosen Universitas Samudera Langsa, IAIN Zawiyah Cot Kala, kepala sekolah SMA Cut Nyak Dhien, guru dan siswa SMA Unggul, siswa pesantren Kota Medan, anggota lembaga daun pisang dan kursus basic english course. Diperkirakan sekitar 40 scholarship hunters berpartisipasi pada acara ini.