Tim dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMA Negeri 1 Peukan Bada, Aceh Besar, pada Selasa (3/6/2026). Fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan literasi teknologi para guru dalam memanfaatkan Papan Interaktif Digital (PID) sebagai media pembelajaran di kelas.
Drs. Mukhlis, M.Hum., salah satu dosen FKIP USK, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program digitalisasi pembelajaran nasional, sesuai dengan amanat Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025.
“Alhamdulillah, saya bersama rekan saya, Fitria Herliana, S.Pd., M.Pd., saat ini diberi kepercayaan sebagai narasumber nasional Program Digitalisasi Pembelajaran Kemendikdasmen. Kami ingin memastikan teknologi yang tersedia di sekolah benar-benar berdampak bagi siswa,” ungkap Mukhlis.
Selain Mukhlis dan Fitria, tim pengabdian ini juga diperkuat oleh Dra. Erni Maidiyah, M.Pd., Dr. Muhammad Syukri, M.Ed., dan Dr. Susilawati, M.Ed. Kehadiran tim disambut hangat oleh Kepala SMAN 1 Peukan Bada, Ahlul Fikri, S.Pd.I., M.Pd.
Ahlul Fikri mengungkapkan bahwa sekolahnya sebenarnya sudah memiliki perangkat PID di kelas, namun belum dimanfaatkan secara optimal. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran tim FKIP USK. Ini kesempatan berharga bagi guru-guru kami untuk benar-benar memahami dan menguasai teknologi ini,” ujarnya.
Pelatihan ini dirancang secara sistematis dalam dua sesi utama. Sesi pertama difokuskan pada penguasaan teknis, di mana para guru diperkenalkan dengan fitur-fitur dasar hingga lanjutan pada PID. Peserta diajak untuk praktik langsung guna membangun rasa percaya diri dalam mengoperasikan perangkat.
Sementara pada sesi kedua, Fitria Herliana memandu guru untuk mengintegrasikan PID ke dalam pendekatan pembelajaran yang mindful, meaningful, dan joyful. Hal ini disesuaikan dengan kurikulum Merdeka berdasarkan Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024.
“Kami memberikan referensi bagaimana merancang skenario pembelajaran yang menempatkan PID sebagai fasilitator keterlibatan aktif siswa, kolaborasi, dan pengembangan pola pikir kritis,” jelas Fitria.
Antusiasme guru terlihat begitu tinggi sepanjang kegiatan. Dari yang awalnya merasa asing, para guru akhirnya aktif berinteraksi dengan layar sentuh, mulai dari mencoba whiteboard digital, mengakses konten di platform Rumah Pendidikan, hingga menyusun skenario pembelajaran sendiri.
“Saya tidak menyangka PID ini bisa digunakan semudah ini. Ternyata banyak sekali konten pembelajaran yang sudah tersedia dan siap digunakan, tinggal bagaimana kita mengintegrasikannya,” ungkap salah satu guru peserta dengan antusias.