Universitas Syiah Kuala

Dosen FKep Beri Penyuluhan Gerakan 5M Pada Santri

Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala, Ns. Nani Safuni, MNg; Ns. Riski Amalia, M.Kep; dan Ns. Cur Husna, MNS memberikan penyuluhan gerakan 5M kepada santri di Dayah Markaz Al-Ishlah Al-Aziziyah Lueng Bata Banda Aceh (Kamis, 25 Maret 2021). Penyuluhan ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian masyarakat dengan tujuan mencegah penyebaran covid-19.

Penyuluhan gerakan 5M ini dilakukan dengan mengajak para santri memahami tentang pengenalan, penyebaran dan penularan serta pencegahan covid-19 dengan metode 5M. Gerakan 5M ini itu sendiri meliputi memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Penyuluhan ini bertujuan untuk mempertahankan tindakan personal hygiene dan sanitasi lingkungan di sekitar kita untuk mencegah penyebaran covid-19”, kata Nani.

Kegiatan penyuluhan ini terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama yaitu penyampaian materi tentang asal muasal covid-19, penyebaran dan penularannya. Sesi kedua adalah praktek cara memakai masker yang benar. Kemudian dilanjutkan dengan praktek cara cuci tangan tujuh langkah sesuai dengan aturan WHO.

Di situ Nani memaparkan, langkah pertama dari tujuh langkah ini adalah membasahi kedua telapak tangan setinggi pertengahan lengan memakai air yang mengalir kemudian mengambil sabun dan  mengusap dan menggosok kedua telapak tangan secara lembut. Langkah kedua mengusap dan menggosok kedua punggung tangan secara bergantian. Langkah ketiga menggosok sela-sela semua jari tangan hingga bersih. Langkah keempat membersihkan ujung jari secara bergantian dengan mengatupkannya. Langkah kelima menggosok dan memutar kedua ibu jari secara bergantian. Langkah keenam meletakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian digosok perlahan-lahan. Langkah terakhir membersihkan kedua pergelangan tangan secara bergantian dengan cara memutar, kemudian diakhiri dengan membilas seluruh bagian tangan dengan air bersih yang mengalir lalu keringkan memakai handuk atau tisu.

Nani menambahkan, setelah mempraktekkan cara cuci tangan yang benar menurut WHO, tindakan berikutnya adalah mengevaluasi santriwan dan santriwati dengan cara meminta mereka mempraktekkan tujuh langkah cuci tangan tersebut.

Pimpinan dan pengurus Dayah Markaz Al-Ishlah Al-Aziziyah sangat mengapresiasi penyuluhan yang dilakukan dosen USK ini. Pihak dayah juga berharap ke depannya USK akan mengadakan kegiatan lain di dayah ini yang serupa dengan penyuluhan ini.

https://bkpsdm.tubankab.go.id/ https://siakad.uinbanten.ac.id/ https://centrodeservicio.ecci.edu.co/ecci/ https://linktr.ee/pisangbetslot https://daftartotosuper.com/ https://ingattotokl.com/ https://toto-kl.rpg.co.id/ https://mez.ink/totosuper.idn pisangbet https://baidich.com/rewards/ https://fib.unair.ac.id/fib/