Sivitas akademika Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Dosen Fakultas Kedokteran (FK) USK, Dr. dr. Hendra Zufry, Sp.PD-KEMD, berhasil menyabet Juara I pada ajang Prodia Science Award 2026, sebuah penghargaan prestisius bagi inovasi dan penelitian biomedis di Indonesia.
Penghargaan ini diberikan oleh Prodia Education and Research Institute (PERI) dalam rangkaian program bertema “Biomedical Innovation for Precision Health”. Program ini dirancang khusus untuk mengapresiasi peneliti tanah air yang dinilai memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan layanan kesehatan presisi (precision medicine).
Malam penganugerahan berlangsung khidmat pada Jumat, 9 Mei 2026, di Prodia Tower, Jakarta Pusat. Dalam edisi perdananya ini, Dr. Hendra terpilih sebagai yang terbaik di antara tiga peneliti unggulan dari berbagai institusi besar di Indonesia.
Capaian ini menjadi kebanggaan besar, tidak hanya bagi FK USK, tetapi juga bagi dunia akademik Aceh. Prestasi tersebut membuktikan bahwa riset yang dihasilkan oleh putra daerah mampu bersaing secara kompetitif dan memiliki dampak signifikan pada ekosistem kesehatan nasional.
Dekan Fakultas Kedokteran USK memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Dr. Hendra. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini adalah bukti nyata komitmen fakultas dalam mendorong riset yang berkualitas dan berdaya saing.
“Prestasi ini adalah sejarah baru bagi FK USK. Kami berharap keberhasilan Dr. Hendra menjadi pemantik semangat bagi para dosen muda dan peneliti lainnya untuk terus melahirkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya.
Apresiasi senada juga datang dari jajaran profesor dan guru besar FK USK yang melihat kemenangan ini sebagai momentum penguatan kultur riset di lingkungan universitas.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. dr. Hendra Zufry, Sp.PD-KEMD mengungkapkan rasa syukurnya. Ia menekankan bahwa inovasi ini merupakan buah dari kerja keras tim dan dukungan penuh dari institusi.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus mendalami riset di bidang penyakit dalam dan gangguan metabolik, khususnya yang berbasis teknologi kesehatan terkini demi menjawab kebutuhan pasien di Indonesia,” ujar Dr. Hendra.
Prodia Science Award sendiri diproyeksikan menjadi platform kolaboratif untuk memperkuat riset berbasis biomarker, teknologi kesehatan, dan big data. Keberhasilan ini sekaligus mempertegas posisi FK USK sebagai salah satu pusat pengembangan riset kesehatan unggulan di Indonesia.