Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) kembali menunjukkan kiprah di tingkat global melalui partisipasi aktif dalam Bi-Annual Meeting Program yang diselenggarakan oleh DIGNITY – Danish Institute Against Torture pada 19–21 Januari 2026 di Kopenhagen, Denmark.
Kegiatan ini diikuti oleh Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSP, Dr. Haiyun Nisa, S.Psi., M.Psi., Psikolog, serta dr. Nurjannah, MPH., Ph.D., Sp.KKLP. Pertemuan dua tahunan ini merupakan bagian dari kolaborasi riset internasional antara FK USK DIGNITY – Danish Institute Against Torture, Center for the Study and Prevention of Violence (CSPV) University of Colorado, serta University of Copenhagen, dengan dukungan pendanaan dari Foundation Botnar (Swiss). Forum ini mempertemukan akademisi dan peneliti lintas negara guna memperkuat sinergi riset, memperluas pertukaran pengetahuan berbasis bukti, serta merumuskan arah strategis penelitian ke depan.
Bi-Annual Meeting bertujuan untuk mengevaluasi capaian program periode 2025–2026, sekaligus menyusun rencana riset lanjutan dan agenda konferensi internasional di masa mendatang. Diskusi difokuskan pada penguatan pendekatan ilmiah dan kolaboratif dalam upaya pencegahan kekerasan serta penciptaan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.
Dr. Rina Suryani Oktari selaku Co-Principal Investigator mempresentasikan Readiness Assessment sebagai bagian dari program Safe Communities Safe Schools (SCSS). Kajian ini menilai kesiapan sekolah dan para pemangku kepentingan dalam mendukung implementasi program penguatan iklim sekolah dan pencegahan kekerasan.

Selain itu, Dr. Rina juga memaparkan hasil School Climate Survey yang menggambarkan kondisi iklim sekolah, relasi antar siswa, persepsi rasa aman, serta peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif.
Dr. Rina menjelaskan bahwa survei tersebut tidak hanya memotret perspektif siswa, orang tua, dan guru, tetapi juga mengidentifikasi berbagai faktor protektif yang dapat diperkuat oleh sekolah dan pemerintah daerah dalam upaya pencegahan kekerasan serta peningkatan iklim sekolah.
“Temuan awal ini menunjukkan bahwa iklim sekolah memiliki peran kunci dalam membentuk rasa aman dan kesejahteraan psikososial siswa. Data yang kami peroleh menjadi dasar penting untuk merancang intervensi yang lebih kontekstual dan berbasis bukti di Indonesia,” ujar Dr. Rina.
Sementara itu, Dr. Haiyun Nisa mempresentasikan hasil Action Plan Questionnaire (APQ) yang berfokus pada kesiapan dan efektivitas rencana aksi sekolah dalam mendorong perubahan sistemik dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan.
Selain sebagai forum akademik, kegiatan ini juga menjadi wadah strategis untuk memperkuat jejaring internasional antar institusi mitra. Partisipasi dosen FK USK dalam forum global ini menegaskan komitmen Universitas Syiah Kuala dalam memperluas kolaborasi riset internasional, mengembangkan penelitian berbasis bukti, serta berkontribusi nyata dalam penguatan iklim sekolah, pencegahan kekerasan, dan pembangunan ketahanan sosial di Indonesia.