Universitas Syiah Kuala

DJPPR Kemenkeu – USK Selenggarakan SDG Talks

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan Republik Indonesia bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala (USK), mengadakan acara SDG Talks dengan tema: Your Driving Change: Collaborating for Sustainable Development in Indonesia.
Acara ini berlangsung di AAC Dayan Dawood, Kamis, 29 Agustus 2024. Kepala Kanwil DJPB Provinsi Aceh kepada Bapak Izharul Haq, S.E., M.Fin yang mewakili Kepala Perwakilan Kemenkeu Provinsi Aceh, dalam sambutannya mengatakan, acara tersebut relevan perkembangan global.

Terutama dalam menciptakan masyarakat berkeadilan, inklusif. Serta upaya pendanaan berkontribusi terutama APBN, sebagai masyarakat yang berinvestasi.

“Ada dua hal yang paling relevan, upaya mengurangi kemiskinan, dan peningkatan kesetaraan,” sebut Izharul.

Selain itu, juga berkaitan dengan literasi keuangan. Yang tidak hanya tentang produk perbankan semata. Tapi juga mengenai pemberdayaan masyarakat, terutama membuat keputusan (keuangan) yang lebih baik. Baik untuk pengelolaan pribadi, organisasi, hingga negara.

SDG adalah komitmen bersama, yang diadopsi semua negara anggota PBB, termasuk Indonesia, untuk mengakhiri kemiskinan. Melindungi planet kita, dan memastikan semua orang tidak ada yang tertinggal.

“Literasi keuangan yang baik dapat membantu masyarakat, terutama adik-adik mahasiswa, generasi muda, untuk keluar dari berbagai macam kesulitan dan kebutuhan yang harus kita penuhi. Dan bisa mengejar peluang ekonomi,” bebernya.

Selain itu, menurutnya khusus untuk literasi keuangan Aceh, masih ada ruang untuk ditingkatkan, terutama dalam memahami risiko produk keuangan. Acara ini sangat relevan, agar masyarakat Aceh bisa terlibat dalam pembangunan APBN.

Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si, IPU menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan atas kolaborasinya dengan USK.

“Yang terpenting dari acara ini, bagaimana kita bisa mensosialisasikan dan tularkan kepada mahasiswa, sebagai generasi penerus di masa yang akan datang,” sebut Prof Agussabti.

Ia menyebutkan, menurut SDGs, USK masuk dalam 100 universitas dunia dalam pendidikan berkualitas. Tahun ini, versi Times Higher Education (THE) SDGs, USK secara umum dapat peringkat 200 dunia.

“Dan khusus untuk Ilmu Kebumian dan Perikanan, di Indonesia menurut THE, kita masuk yang pertama nasional terbaik,” ujarnya.

Maknanya adalah kedepan USK semakin besar tanggung jawab kepada negara, generasi muda, untuk bersama-sama ikut serta dalam implementasi SDGs di masa yang akan datang. USK juga telah menerapkan kurikulum OBE.

“Melalui kurikulum inilah kita bisa memasukan, terkait bagaimana pembangunan berkelanjutan dilaksanakan. Ini penting sekali, karena kita melihat banyak sekali negara berkembang dalam mengejar pertumbuhan ekonomi, itu cenderung eksploitatif terhadap SDA,” ungkap Prof Agussabti.

https://jdih.bandungkab.go.id/ https://satudata.pasuruankota.go.id/ https://geoportal.simalungunkab.go.id/ https://agentotosuper.com/ https://mbahtotokl.com/ https://apps.fkipunlam.ac.id/ https://perpus.untad.ac.id/ https://sistabok.pasuruankota.go.id/ https://pasti.slemankab.go.id/ https://servicios.cuc.uncu.edu.ar/ Kentangwin https://linklist.bio/totosuper-resmi/ https://linklist.bio/toto-kl/ https://linklist.bio/sbopoker/ https://linklist.bio/pisangbetrupiah/ https://estd.perpus.untad.ac.id/ https://comision-gfinanciera.anuies.mx/ https://krabi-railayprincess.com/ https://krabi-railayresort.com/ https://jurnal.uinsyahada.ac.id/contact/ https://ncmh.gov.mn/