Ditjen Dikti Dukung USK Jadi Pusat Riset Kebencanaan

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, Asean Eng melakukan kunjungan ke Universitas Syiah Kuala (USK). Dalam kunjungan tersebut, Prof. Nizam mendukung USK untuk menjadi pusat riset kebencaan yang unggul di Indonesia. (Banda Aceh, 3 Oktober 2021).

Kehadiran Prof. Nizam ke USK bertujuan untuk membahas membahas investasi pendidikan. Dalam pertemuan dengan sivitas akademika USK tersebut, Tim USK mempresentasikan  beberapa hal terkait , pembangunan Laboratorium Kebencanaan, dan Multi Axial Shaking Table 6Dof MTS 345.20 serta Tsunami Wave Plum.

Menurut Prof. Nizam, keberadaan Tsunami Wave Plum USK ini dapat menjadi rujukan penelitian, bukan hanya Indonesia tapi dunia.

“Saya berharap, (Tsunami Wave Plum) menjadi pusat penelitian. Misal orang Papua mau meneliti tsunami, bisa datang ke USK. Begitu juga USK, bila ingin meneliti sesuatu bisa ke universitas lain. Artinya, setiap universitas punya center penelitian yang unggul,” katanya.

Menurutnya, menjadikan USK dan Aceh sebagai tempat untuk belajar soal mitigasi bencana sangat tepat. Sebab Aceh pernah mengalami bencana alam yang dahsyat, serta berhasil bangkit dalam waktu tak lama dari berbagai sektor, termasuk pendidikan.

“USK bertumbuh dengan baik. Ini sesuatu yang patut kita syukuri,” ucapnya.

Sementara itu, Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., IPU., ASEAN.Eng menyambut baik kedatangan Ditjen Dikti. Rektor berharap, Ditjen Dikti yang merupakan salah satu unit utama di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dapat terus mendukung pembangunan USK, sehingga kampus ini menjadi yang terbaik di gerbang Indonesia Barat.

Terkait Tsunami Wave Plum, Rektor menyebutkan alat tersebut merupakan yang terbaik di Indonesia. Selama ini, Aceh merupakan rujukan mitigasi bencana. USK telah banyak berbuat, terutama soal penelitian dan perkembangan keilmuan kebencanaan. Saat ini USK juga memilki Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC), yang didalamnya ada Tsunami Wave Plum.

“Musibah yang pernah melanda Aceh pada tahun 2004, bukan hanya menjadi bahan muhasabah diri, tetapi juga momentum belajar demi perkembangan mitigasi bencana,” tutur Prof Samsul Rizal.

Leave a Reply