
Technical & Operation Director PT. Perta Arun Gas Ir. Dody Noza mengajak alumni Universitas Syiah Kuala untuk memanfaatkan teknologi informasi. Hal ini disampaikan pada pidato motivasi pada acara wisuda Unsyiah Priode Novemeber 2019 – Februari 2020 di Gedung AAC Dayan Dawood. (Banda Aceh, 2/5/2020).
Dody mengungkapkan, sekarang ini teknologi informasi berkembang sangat cepat. Hal ini bisa menjadi peluang sekaligus ancaman bagi generasi saat ini. Kehadiran beberapa aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat seperti Gojek dan Grab, adalah contoh nyata bagaimana teknologi informasi dimanfaatkan secara baik.
Oleh sebab itu, Dody mengingatkan alumni Unsyiah yang hari ini diwisuda, untuk benar-benar cerdas dalam mengelola teknologi informasi saat ini.
Alumni Teknik Mesin Unsyiah tahun 1983 ini juga mengingatkan, generasi muda sekarang atau generasi mileneal untuk efektif dalam menggunakan waktu. Perkembangan dan kemudahan akses teknologi sekarang tidak boleh membuat mereka lalai sehingga menjadi tidak produktif.
“Gunakan waktu dengan hal-hal yang bermanfaat, silakan kelola waktu sendiri. Buka laptop, dan manfaatkan teknologi informasi. Tapi ingat, jangan lalai dengan bermain game,” ucapnya.
Selain itu, Dody juga menghimbau alumni Unsyiah untuk selalu berpikiran terbuka. Bisa menerima perbedaan pandangan dengan orang lain. Jika hal ini dilakukan, maka Dody optimis alumni Unsyiah bisa bersaing di dunia kerja maupun persaingan global.

Pada kegiatan ini, turut hadir Vice President PT. Perta Arun Gas Iskandar Zulkarnain sekaligus Alumni Unsyiah Teknik Mesin tahun 1983. Pada wisuda kali ini, Unsyiah meluluskan 1.201 orang pada jenjang Sarjana/Pendidikan Profesi/Spesialis/Pascasarjana. Dari jumlah tersebut, sebanyak 38 orang di antaranya lulus dengan predikat pujian, atau Cumlaude. Dan setelah upacara wisuda pada periode ini, maka secara keseluruhan jumlah alumni Unsyiah menjadi 129.970 orang.
Pada kesempatan itu, Rektor Unsyiah Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng juga mengajak alumni Unsyiah untuk mampu membuka mata dan pikiran mereka, dengan modal yang telah mereka dapatkan selama pendidikan, untuk berkreasi dan berinovasi di satu sisi, dan menjaga karakter dan akhlak mereka di sisi lainnya.
Alumni Unsyiah juga dituntut untuk mengubah pola pikir mereka dari konservatif menuju pola pikir yang kreatif dan inovatif. Mereka harus berani keluar dari zona nyaman dan lebih berani untuk mengambil risiko-risiko besar dalam mencoba.
Menurut Rektor, mereka yang berani mencoba umumnya akan lebih berkembang dibandingkan mereka yang lebih memilih diam karena takut keluar dari zona nyaman.
“Kami meyakini, dengan cara ini, para lulusan tidak akan tersisih dalam persaingan di Era Revolusi Industri 4.0, dan tidak hanya akan menjadi penambah jumlah pengangguran nantinya,” pungkas Rektor.