CIMSA USK Edukasi Kesehatan Reproduksi bagi Masyarakat

Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA) Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala menyelenggarakan Community Development WABI SABI (Waken the Visibility by Sexual Learning Rebind). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas hidup masyarakat terhadap pemeliharaan kesehatan reproduksi. (Banda Aceh, 23 Juli 2022).

WABI SABI ini mengangkat tema, comprehensive sexuality education dengan metode pembinaan selama beberapa periode waktu. Lalu berbagai kegiatan untuk  memberdayakan mahasiswa kedokteran dan masyarakat agar dapat memahami informasi tentang kesehatan dan fenomena seksual, serta bagaimana menjaga diri agar tidak mengalami pelecehan seksual.

Chikita Adinda Raudhatun Shafira selaku panitia kegiatan ini menjelaskan, Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan guna memberikan edukasi kepada remaja Desa Meuraxa dengan tema “Your Rights, Your Pleasure and How You Manifest as Muslim” serta mengundang dr. Novi Maulina, M.MSc selaku pembicara dan dimoderatori oleh Zhafran Trashadi selaku member CIMSA FK USK.

Dirinya mengungkapkan, acara ini yang dilaksanakan di Posyandu Gampong Blang Oi Desa Meuraxa ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan, kapabilitas, dan awareness pada 23 remaja (laki-laki dan perempuan).

“Mereka berusia 15-19 tahun mengenai aspek sosial, kognitif, dan fisik terkait sexual education termasuk hak seksual mereka yang diharapkan dapat diterapkan di kemudian hari,” ucapnya.

Dalam penyuluhan ini pembicara membahas mengenai banyak hal, seperti tentang perbedaan seksualitas, seks, dan gender, seksualitas di Indonesia, hak kesehatan seksual dan reproduksi (HKSR), beragam cara dalam mengekspresikan perasaan cinta, pandangan islam tentang kehidupan seks dan pergaulan remaja (pacaran).

Lalu faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum memiliki pasangan/berhubungan, dan komunikasi antar sesama seperti menolak ajakan yang tercela, bagaimana menghadapi ancaman situasi kekerasan seksual berbasis gender dan membuat keputusan yang bebas dan sukarela, serta konsensual.

Rangkaian terakhir dari kegiatan WABI SABI adalah small working group. Di sini, para remaja Desa Meuraxa diberikan tugas untuk menyelesaikan dua skenario yang berkaitan dengan materi yang sudah disampaikan sebelumnya.

Kegiatan ini dimulai dengan membagi para peserta menjadi beberapa tim dan berdiskusi bersama untuk menyelesaikan kasus permasalahan dalam skenario yang telah diberikan oleh panitia. Diakhir small working group ini, para peserta memberikan feedback positif dengan menyelesaikan soal skenario dengan baik.

Dari hasil pre-test dan post-test yang diberikan kepada peserta yaitu para remaja Desa Meuraxa, terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 80%. Dengan terselenggaranya rangkaian kegiatan WABI SABI (Waken the Visibility by Sexual Learning Rebind), SCORA CIMSA FK USK berharap dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian remaja terhadap pentingnya pengetahuan dan bagaimana mempraktikkan proteksi pada kesehatan reproduksi.

Leave a Reply