Universitas Syiah Kuala

CIMSA FK USK Gelar Edukasi TANGGAP, Bahas Permasalahan Gizi pada Korban Bencana

Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA) Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) melaksanakan kegiatan edukasi daring bertema “Permasalahan Gizi pada Korban Bencana” melalui program TANGGAP (Tangguh Gizi dalam Situasi Pasca Bencana). Kegiatan ini diikuti oleh 65 peserta yang terdiri dari masyarakat umum dari berbagai kelompok usia, serta diselenggarakan bekerja sama dengan Radio Republik Indonesia (RRI) Banda Aceh.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap permasalahan gizi pada korban bencana, memperluas pemahaman mengenai dampak kekurangan gizi terutama pada kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, serta mendorong peran aktif masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi pasca bencana.

Ketua panitia kegiatan, Muhammad Naufal Razaq, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen CIMSA FK USK dalam berkontribusi aktif terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Ia menegaskan bahwa TANGGAP hadir sebagai wadah pembelajaran yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan kepedulian, khususnya dalam menghadapi permasalahan gizi pada situasi pascabencana.

“Isu gizi dalam kondisi darurat merupakan tantangan nyata dalam sistem kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui yang membutuhkan perhatian serta penanganan yang tepat,” ujarnya.

Kegiatan diawali dengan sesi pre-test sebagai pengukuran pemahaman awal peserta, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi edukatif oleh dr. Marisa, M.Gizi., Sp.GK. Pada sesi ini, peserta memperoleh materi berjudul “Gizi Pascabencana: Fokus pada Kelompok 1000 HPK” yang disampaikan melalui pemaparan materi dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Dalam pemaparannya, dr. Marisa menjelaskan pentingnya perencanaan bantuan gizi dalam situasi bencana, termasuk tahapan penanganan pada fase darurat. Ia menyampaikan bahwa pada tahap awal diperlukan penilaian (assessment) sebagai dasar penyusunan kebutuhan bantuan, serta penyesuaian pada saat kondisi mulai stabil. Sebagai acuan awal, kebutuhan energi dapat diperkirakan sekitar 2.100 kkal untuk estimasi bantuan masuk, dan dapat ditingkatkan apabila korban mengalami infeksi.

“Jadi sangat disesuaikan juga untuk penambahan kalori, karena setiap provinsi terutama daerah Aceh sendiri lebih tertinggal dibandingkan dengan provinsi lainnya, maka dapat dinaikkan menjadi 200 kalori,” jelas dr. Marisa.

Sementara itu, Vice Local Coordinator for External Affairs CIMSA FK USK, Muhammad Ikhwanul Ikram Hanif, menambahkan bahwa kegiatan TANGGAP dilatarbelakangi oleh tingginya risiko permasalahan gizi pascabencana. Keterbatasan pangan, layanan kesehatan, serta kondisi lingkungan yang kurang higienis menjadi faktor yang membuat kelompok rentan seperti bayi, ibu hamil, dan ibu menyusui berisiko mengalami masalah gizi yang berdampak jangka panjang.

Ia berharap kegiatan ini dapat mendorong peserta untuk berperan aktif dalam upaya penanganan gizi korban bencana, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya dukungan gizi sebagai bagian dari pemulihan pasca bencana.

“Kegiatan ini sejalan dengan visi CIMSA dalam memberdayakan mahasiswa kedokteran sebagai agen perubahan,” tuturnya.

https://bkpsdm.tubankab.go.id/ https://siakad.uinbanten.ac.id/ https://centrodeservicio.ecci.edu.co/ecci/ https://linktr.ee/pisangbetslot https://daftartotosuper.com/ https://ingattotokl.com/ https://toto-kl.rpg.co.id/ https://mez.ink/totosuper.idn pisangbet https://baidich.com/rewards/ https://fib.unair.ac.id/fib/ https://aheartfulloflove.com/service