Universitas Syiah Kuala

CIMSA FK USK Edukasi Warga Gampong Jawa Terkait Akses Layanan Digital JKN

Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA) Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk TELOSCOPE (Transforming Local Outreach of SCOPE Towards Universal Health Coverage and Advocacy). Kegiatan ini berlangsung di Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh, Sabtu (18/4/2026).

Program ini dilaksanakan sebagai respons atas masih adanya kendala administratif dan rendahnya literasi digital masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan, khususnya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Di lapangan, masih ditemukan stigma terkait biaya pengobatan serta kepesertaan yang non-aktif akibat kendala data ekonomi.

Project Officer TELOSCOPE, Aziz Bioethic Humaniora, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi jembatan bagi masyarakat untuk memahami hak dan akses kesehatan mereka. “Kami menghadirkan program yang mencakup edukasi kesehatan, konsultasi reaktivasi kepesertaan JKN, verifikasi data sosial ekonomi, hingga pendampingan penggunaan aplikasi Mobile JKN,” ujar Aziz.

Apresiasi senada disampaikan oleh Sekretaris Keuchik Gampong Jawa, Mulyadi. Ia menilai inisiatif mahasiswa kedokteran ini memberikan dampak langsung bagi warga yang selama ini merasa kesulitan mengurus administrasi kesehatan.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena membantu masyarakat memahami akses layanan kesehatan yang selama ini dirasa rumit,” ungkap Mulyadi.

Rangkaian kegiatan inti terbagi dalam tiga sesi utama yang melibatkan kolaborasi dengan BPJS Kesehatan Banda Aceh. Sesi pertama diawali dengan pemaparan materi dari Koordinator Pemberian Informasi dan Penanganan Pengaduan BPJS Banda Aceh mengenai prosedur pengecekan kepesertaan. Selanjutnya, warga dipandu dalam praktik langsung penggunaan platform digital untuk memverifikasi status mereka, dan diakhiri dengan layanan konsultasi personal bagi warga yang memiliki kendala spesifik pada kepesertaannya.

Vice Local Coordinator for Internal Affairs CIMSA FK USK, Nadia Syalaisha, menegaskan bahwa TELOSCOPE bertujuan membekali mahasiswa kedokteran dengan wawasan praktis sekaligus menumbuhkan kepekaan sosial.

“Melalui aksi ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam mendorong terwujudnya Universal Health Coverage atau cakupan kesehatan menyeluruh, dimulai dari tingkat lokal seperti di Gampong Jawa ini,” tutur Nadia.

Melalui sinergi antara mahasiswa, perangkat desa, dan BPJS Kesehatan, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi digital kesehatan masyarakat sekaligus mempersiapkan calon tenaga medis yang adaptif terhadap sistem kesehatan nasional.