CIMSA FK USK Adakan Pelatihan Bahasa Isyarat

Dalam rangka meningkatkan keterampilan mengenai Bahasa Isyarat Indonesia terhadap mahasiswa kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK), Standing Committee on Medical Education (SCOME) CIMSA FK USK mengadakan Breaking The Silence (BTS) 2022.

BTS dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2022, 11 Juni 2022, 12 Juni 2022 dan 18 Juni 2022 dengan topik “Membumikan Bahasa Isyarat Untuk Kesejahteraan Kesehatan Tunarungu”. Salah satu rangkaiannya bertema “We Listen through Your Meaningful Hand Gesture”.

Dalam giat tersebut, ada dua webinar yang diadakan dengan dua topi berbeda. Narasumber pertama, Dr. dr. Indra Zachreini, Sp. THT-KL (K), FISCM sebagai Ketua Komda Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian Aceh Utara, membahas pengertian tuli secara umum dan medis, faktor-faktor yang menjadi penyebab, faktor risiko dan cara mencegah serta perlakuan seperti apa yang seharusnya seorang dokter lakukan pada pasien dengan disabilitas tersebut.

Sedangkan narasumber kedua, Kemalahayati, SKM, M. Kes, Penyuluh Sosial Dinas Sosial Kota Banda Aceh, membahas perkembangan masyarakat tuli di Indonesia dan Provinsi Aceh, peran pemerintah terhadap masyarakat tuli dan mengurangi angka ketulian di Indonesia, lalu pentingnya kesetaraan komunikasi penyandang tuna rungu.

Selain itu, turut mengenal dan mempraktikkan abjad jari Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) yang diawali presentasi gambar abjad BISINDO di layar Zoom meeting dilanjutkan dengan kata-kata dasar BISINDO yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu kata sifat, Kata benda, Kata kerja, kata sambung, kata ganti orang, kata tanya, kata keterangan dan konjungsi.

Praktik BISINDO diisi oleh Agus Subroto sebagai guru tuli dan Muhammad Fajrussalam sebagai Juru Bahasa Isyarat Indonesia. Acara ini dimulai pada pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh 36 partisipan.

Agenda training kedua, membahas tentang mengenal kata-kata BISINDO yang berkaitan dengan kesehatan dan penggunaan BISINDO dalam wawancara (anamnesis) antara dokter dan pasien, yaitu penyakit-penyakit (batuk, sakit kepala, flu, demam, dll, tenaga kesehatan (dokter, perawat), dan ungkapan ungkapan umum (selamat pagi/siang/malam, terima kasih, maaf, dll.) yang diisi oleh Agus Subroto sebagai guru tuli dan Andhika Pratama sebagai Juru Bahasa Isyarat Indonesia. Training kedua ini dihadiri oleh 27 partisipan.

Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya hak dan kesetaraan disabilitas dari segi kesehatan, serta menambah wawasan mahasiswa mengenai BISINDO sebagai bekal di masa yang akan datang, dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada para penyandang disabilitas.

Dengan dilaksanakannya BTS 2022, SCOME CIMSA FK USK berharap, mahasiswa kesehatan mengetahui bagaimana harus berinteraksi, berkomunikasi, serta memberikan pelayanan kesehatan yang baik dan merata untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.

Leave a Reply