CDC USK dan PLN Gelar Survey untuk Menakar Giat Masyarakat

PT. PLN persero UIW Banda Aceh bersama CDC Universitas Syiah Kuala melakukan survey terhadap berbagai usaha masyarakat yang berpotensi untuk berkembang dan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat. Survey Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) ini dilakukan pada dua lokasi yaitu di kota Lhokseumawe dan kabupaten Calang, Aceh Jaya.

Survey ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan usaha masyrakat yang telah mendapatkan dana bantuan CSR terhadap target-target yang diinginkan. Serta untuk masyarakat yang akan mengajukan berbagai usaha yang potensial dikembangkan, dan berpotensi untuk menyerap tenaga kerja di area sekitar usaha tersebut.

Kepala CDC-USK, Dr. Roli Ilhamsyah Putra, SE, M.M mengatakan bahwa begitu besar potensi usaha di tengah-tengah masyarakat yang dapat dikembangkan. Mengingat resesi ekonomi sebagai ekses dari pandemic telah meluluh lantakkan sendi-sendi ekonomi masyarakat, baik di perkotaan maupun dipedesaan.

“Terutama untuk para petani dan para usahawan yang fokus pada bidang jasa,” ucapnya.

Ia menambahkan, kehadiran PT. PLN Persero UIW Aceh, diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat semaksimal mungkin dan menjadi momentum penting dalam upaya peningkatan pendapatan para pejuang ekonomi keluarga.

Menurutnya, keputusasaan di tengah-tengah kiris ekononomi akibat covid-19 harus distimulus dengan berbagai program, serta teknologi tepat guna untuk menjawab kebutuhan di masa kini.

“Sehingga dapat menghadirkan kembali gairah para UMKM dalam upayanya menjadi smart entrepreneur,” pungkasnya.

PT. PLN persero UIW Aceh telah berkomitmen untuk memberi kontribusi terbaiknya bagi masyarakat terutama dalam bidang usaha peningkatan ekonomi masyarakat mikro. Hal ini diimplementasikan dalam bentuk bantuan peralatan kerja untuk usaha manufaktur andrea gitar yang berlokasi di desa meunasah masjid.

Usaha ini dianggap merupakan salah satu usaha yang berpotensi untuk berkembang dan mampu menyerap tenaga kerja lokal. Untuk usaha manufaktur gitar tersebut saat ini telah memproduksi gitar dengan berbagai jenis dan type gitar sebanyak 70 unit.

Gitar tersebut di banderol dengan harga yang cukup fantastis dengan kisaran harga terendah 3,5 juta sd 24 juta per unitnya. Menariknya, gitar-gitar buatan Adnan telah merambah kancah nasional dan internasional.

Untuk itu PT. PLN persero UIW Aceh optimis ini mampu meningkatkan taraf hidup dan sosial pengrajin gitar lokal, serta mampu menampung para pekerja yang sesuai pada bidang keahlian masing-masing.

Selain usaha manufaktur gitar, PT. PLN Persero UIW Aceh, melalui bidang Komunikasi dan TJSL telah melakukan pembinaan terhadap petani buah naga yang berlokasi di gampong Padang Sakti, Kecamatan Muara satu, Kota Lhokseumawe. Bantuan yang diberikan adalah melalui pemanfaatan teknologi listrik dalam upaya peningkatan kapasitas produksi tanaman buah naga (Hylocereus polyrhizus). M. Yani adalah salah satu penerima manfaat tersebut mengemukakan bahwa, dari kebiasaan produksi buah naga yang ia tekuni selama ini meningkat dua kali lipat dari biasanya.

Hal ini karena pengaplikasian teknologi penyinaan lampu hemat energi, sehingga buah naga yang ia kenal dahulu berproduksi hanya 6 bulan, saat ini produksinya sepanjang tahun. Ini merupakan suatu teknologi tepat guna dalam menjawab Gap tantangan dalam sector pertanian, khususnya budidaya buah naga. Ia juga menambahkan, selain rentang produksi yang meningkat, kehadiran teknologi ini mampu meningkatkan kualitas produksi buah naga yaitu dari 4-5 buah perkilo menjadi 2-3 buah perkilogram.

Di samping pada bidang sector riil usaha ekonomi pada masyarakat, perusahaan ini juga berkomitmen berkontribusi dalam pelestarian satwa penting dan langka serta pelestarian lingkungan yang sinergis dengan berbagai usaha-usaha lainnya yang dapat meningkatkan taraf ekonomi dan sosial masyarakat.

Hal ini terbukti dari komitmennya dalam pelestarian satwa penyu di kabupaten Aceh Jaya. Salah satu penerima manfaat tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) PT. PLN persero UIW Aceh adalah Komunitas Konservasi Penyu Aroen Meubanja yang focus pada konservasi penyu di kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya.

Dalam penentuan calon penerima manfaat bantuan dana CSR tersebut, PT. PLN Persero UIW Aceh memiliki kriteria tersendiri terhadap berbagai usaha-usaha maupun kegiatan masyarakat tersebut agar dapat dijadikan sebagai program prioritas dan unggulan.

Berbagi rahasia tersebut, Ridwan selaku manager Komunikasi dan TJSL mengungkapkan bahwa kriteria utama calon penerima manfaat tersebut adalah usaha-usaha masyarakat yang berpotensi dapat berkembang dan mampu menyerap tenaga kerja lokal sehingga kesenjangan ekonomi dan taraf sosial masyarakat hendaknya dapat meningkat. Selain itu, tentunya kegiatan usaha masyarakat yang menjadi program prioritas adalah usaha mereka yang bersinergis dengan para usahawan lokal, sehingga seluruh elemen masyarakat dapat merasakan kehadiran program tersebut ditengah-tengah masyarakat.

Leave a Reply