Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Program Studi Doktor Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (DPIPS) kembali menunjukkan kiprah akademiknya di tingkat internasional. Hal ini ditandai dengan partisipasi aktif dalam konferensi internasional bertema pendidikan sosial dan teknologi yang diselenggarakan di Prince of Songkla University (PSU), Hatyai, Thailand, pada 22–23 Mei 2025. Direktur Sekolah Pascasarjana USK, Prof.
Unit Pelaksana Teknis Mata Kuliah Umum (UPT MKU) Universitas Syiah Kuala (USK) secara resmi mengumumkan para pemenang Lomba Poster Mahasiswa yang diselenggarakan sebagai bagian dari upaya mendorong kreativitas dan literasi visual mahasiswa. Lomba ini mengangkat tema besar tentang internalisasi nilai-nilai kesyiahkualaan, keilmuan, dan kebangsaan melalui karya visual berbentuk poster pembelajaran. Puncak kegiatan sekaligus pengumuman pemenang dilaksanakan
Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Pusat Pengembangan Sertifikasi dan Kinerja Pegawai (PPSKP) Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) kembali menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) tahun 2025. Pelatihan ini resmi dibuka oleh Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan di Ruang Flamboyan, Lantai 3 Gedung AAC Dayan Dawood USK. Sebanyak 50 dosen dari berbagai fakultas di
Universitas Syiah Kuala bersama empat kampus lainnya melakukan penandatanganan MoU dengan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia terkait upaya pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Kesepakatan ini ditandatangani oleh lima pimpinan universitas tersebut dengan Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya di Kemenkraf, Autograph Tower. (Jakarta Pusat, 20 Mei 2025). Adapun lima kampus lainnya yang menjalin kerja sama Hexahelix
Ketertarikan terhadap budaya, bahasa, dan masyarakat Indonesia membawa Htet Eaint Khine, seorang mahasiswa asal Myanmar, ke Banda Aceh melalui Program Beasiswa Darmasiswa. Tak seperti kebanyakan mahasiswa asing yang memilih Bali atau Jawa sebagai destinasi studi, Htet justru memutuskan untuk menimba ilmu di Universitas Syiah Kuala (USK), Aceh. “Saya ingin melihat sisi lain Indonesia yang jarang
Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Dikti Saintek) Indra Ni Tua, S.T., M. Comm mengharapkan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Universitas Syiah Kuala mampu melahirkan program yang bisa memperkuat kebijakan Kampus Berdampak. Hal ini disampaikan Indra dalam sambutannya pada pembukaan Musrenbang USK tahun 2026 di Gedung AAC Dayan Dawood. (Banda