Universitas Syiah Kuala

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK), Rina Suryani Oktari, tampil sebagai keynote speaker dalam workshop internasional yang digelar di Tohoku University, Sendai, Jepang, pada 12 Maret 2026. Kegiatan bertajuk International Workshop on Building Disaster-Resilient Culture through Education for Sustainable Futures ini menjadi bagian dari refleksi global dalam memperingati 15 tahun Great East Japan Earthquake and Tsunami.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) yang tergabung dalam SCORP dan SCORA CIMSA FK USK menyelenggarakan rangkaian kegiatan bertajuk aROSE: a Rising of Speaking Up to Elevate Women dalam rangka memperingati International Women’s Day. Kegiatan ini mengusung tema “Pelarangan dan Pencegahan Kekerasan dalam Hubungan” dan dilaksanakan pada 14, 16, dan 28 Februari 2026. 

Universitas Syiah Kuala (USK) menyambut kunjungan delegasi Kedutaan Besar Kerajaan Thailand di Indonesia dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Ruang Mini Rektor USK, Darussalam, Banda Aceh, Selasa, (10 Maret 2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan sumber daya manusia antara Indonesia dan Thailand. Delegasi Kedutaan Besar

Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A resmi menjabat sebagai Rektor baru Universitas Syiah Kuala periode 2026 – 2031. Hal ini ditandai dengan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USK Dr. Safrizal ZA, M.Si di Gedung AAC Dayan Dawood. (Banda Aceh, 9 Maret 2026). Ketua MWA dalam sambutannya

Universitas Syiah Kuala (USK) secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada 251 pegawai tetap PTNBH dalam kegiatan pengarahan yang berlangsung di Auditorium FMIPA USK, Darussalam, Banda Aceh, (6 Maret 2026).Penyerahan SK ini menjadi bagian dari upaya USK dalam memperkuat sumber daya manusia untuk mendukung peningkatan kinerja institusi menuju kampus unggul. Direktur Sumber Daya USK, Husaini,

Tim mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) menghadirkan solusi konkret bagi ketahanan infrastruktur di daerah rawan bencana. Melalui “Program Mahasiswa Berdampak”, mereka menginisiasi proyek bertajuk BANGKIT (Basis Alternatif Nir-emisi Guna Ketahanan Infrastruktur Terbarukan) untuk mentransformasi Desa Mesjid Tuha, Kecamatan Meureudu, menjadi percontohan Smart Village berbasis energi terbarukan. Kolaborasi strategis antara akademisi USK dan Pemerintah Kabupaten Pidie