Mahasiswa Agroteknologi angkatan 2020 Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 1,39 ton beras, 100 kilogram pakaian layak pakai, alat sanitasi, Al-Quran, serta makanan ringan kepada korban banjir di sejumlah wilayah Aceh. Bantuan tersebut disalurkan ke beberapa gampong terdampak di Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah, yakni Gampong Simpang Kelaping dan Kala Nare, serta
Satuan Tugas Universitas Syiah Kuala (Satgas USK) melalui Tim Ketahanan dan Keamanan Pangan terus mempersiapkan dan mendistribusikan makanan siap saji tahan lama (long shelf-life ready-to-eat meals) bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan USK dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dasar pada situasi darurat. Ketua Tim Ketahanan dan Keamanan Pangan
Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan primer di wilayah terdampak Siklon Tropis Senyar 2025. Program ini berhasil mempercepat pemulihan fungsi 24 Puskesmas yang tersebar di empat kabupaten di Aceh, yaitu Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Pidie Jaya. Program tersebut
Cut Alifa Beutarina Putri, awalnya hanya duduk diam di tenda pengungsian. Sejak Siklon Tropis Senyar 2025 melanda Aceh, sekolahnya rusak dan hari-harinya dihabiskan tanpa aktivitas selain membantu orang tua membersihkan sisa lumpur. Namun sore itu, wajahnya berubah ceria ketika sebuah mobil berhenti di dekat posko dan menggelar buku-buku bacaan sederhana. “Kalau ada kakak-kakak datang, saya
Duta Kampus Universitas Syiah Kuala (USK) menunjukkan komitmen kemanusiaannya dengan melaksanakan kegiatan “Duta Kampus Peduli Bencana Senyar” bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh. Kegiatan ini dilaksanakan di dua wilayah yang terdampak cukup parah, yakni Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, dan Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur. Bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut menyebabkan banyak
Universitas Syiah Kuala (USK) mengambil langkah khusus terkait pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh. Rektor USK Prof. Dr. Ir. Marwan menyatakan, mahasiswa dengan kondisi terdampak berat bahkan dibebaskan UKT hingga selesai studi. “Mahasiswa yang keluarganya menjadi korban langsung, seperti orang tua meninggal dunia akibat bencana, akan kita bebaskan