Pusat Riset Komunikasi Pemasaran, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Kita Kreatif) Universitas Syiah Kuala menjalin kolaborasi strategis dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Sabang dalam mewujudkan destinasi wisata yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba. Ketua Pusat Riset Kita Kreatif USK T. Meldi Kesuma, menjelaskan bahwa integrasi riset dan pendekatan sosial menjadi kunci dalam membangun ekosistem
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Syiah Kuala (USK) memperkenalkan inovasi pakan ternak bernama MaKaFeed di Gampong Kuta Ateuh, Sabang. MaKaFeed merupakan pakan alternatif yang dikembangkan dari bahan baku lokal, yaitu maggot dan daun kari, bertujuan meningkatkan produktivitas ternak dan menekan biaya pakan ternak skala kecil. Kegiatan ini merupakan bagian dari Hibah PTNBH USK
Sekelompok mahasiswa lintas program studi dari Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil menciptakan produk perawatan kulit inovatif bernama KAYE. Produk ini adalah hand cream multifungsi yang memanfaatkan limbah kulit pepaya dan minyak kayu manis sebagai bahan baku utama, mengedepankan aspek keberlanjutan dan nilai lokal. Tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) ini dibimbing oleh Apt. Nadia Isnaini,
Universitas Syiah Kuala (USK) resmi melepas 22 mahasiswa terbaiknya, untuk berkompetisi di Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) XVIII Tahun 2025. Ajang akbar ini akan digelar di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, pada 6–9 Oktober 2025. Dengan bekal meraih peringkat ke-7 nasional pada MTQMN sebelumnya di tahun 2023, USK kali ini mematok target ambisius: masuk lima
Universitas Syiah Kuala (USK) melalui tim dosen Fakultas Teknik melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Barabung, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar. Program ini dirancang untuk membantu masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, dalam meningkatkan nilai tambah produk kelapa lokal menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) berkualitas tinggi. Aceh Besar, 4 Oktober 2025. Aceh Besar sendiri merupakan
Tim dosen Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala bersama nelayan Panglima Laot Lhok Keluang, Kabupaten Aceh Jaya, melaksanakan program pengabdian kemitraan masyarakat melalui penerapan alat tangkap bubu ramah lingkungan. (Aceh Jaya, 3 Oktober 2025). Inovasi bubu ini merupakan solusi inovatif untuk mengurangi tangkapan sampingan (bycatch) hiu dan pari yang merupakan spesies terancam punah, yang selama ini