Daun kecombrang (Bak Kala), yang selama ini lebih dikenal sebagai bahan masakan, kini memiliki peran baru sebagai obat alami untuk ternak. Inovasi ini diinisiasi oleh Tim Pengabdian Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala (FKH USK), yang melatih 21 peternak dari Kelompok Tani Makmur Sentosa, Gampong Pulot, Kecamatan Leupung, Aceh Besar, untuk membuat ascarisida nabati berbahan
Universitas Syiah Kuala (USK) resmi menutup rangkaian The 15th Annual International Conference (AIC) 2025 melalui acara Gala Dinner & Closing Ceremony di Aula Utama AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Jumat malam (5/9/2025). Direktur Sekolah Pascasarjana USK, Prof. Dr. Hizir, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan AIC 2025. Selama dua hari konferensi,
Universitas Syiah Kuala menggelar konferensi internasional yaitu The 15th Annual International Conference (AIC) 2025 untuk membahas teknologi hijau dan ekonomi sirkular. Konferensi internasional dilaksanakan mulai tanggal 4 – 5 September 2025 dan dibuka oleh Rektor USK Prof. Dr. Ir. Marwan di Gedung AAC Dayan Dawood. (Banda Aceh, 4 September 2025). Ketua Panitia AIC 2025, Prof. Dr. M.
Universitas Syiah Kuala (USK) menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Indonesia di Gaza, Palestina, sebuah inisiatif kemanusiaan yang digagas oleh Maemuna Center Indonesia. Dukungan ini disampaikan dalam audiensi saat Ketua Maemuna Center Indonesia, Onny Firyanti Hamidi, melakukan kunjungan resmi ke USK dan disambut hangat oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Prof.