Universitas Syiah Kuala

Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Ir. Marwan, menerima kunjungan Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., bersama jajaran tim ITB, pada Kamis, 26 Desember 2025, bertepatan dengan peringatan tsunami Aceh. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Mini Rektor USK, Banda Aceh. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi kemanusiaan

Universitas Syiah Kuala (USK) menyalurkan sebanyak 3.500 paket snack bergizi kepada anak-anak korban bencana di Aceh. Distribusi snack bergizi ini dilakukan selama pelaksanaan kegiatan Pembelajaran Darurat dan Dukungan Psikososial di tiga kabupaten terdampak bencana, sebagai bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan gizi anak sekaligus dukungan pemulihan psikososial pascabencana. Paket snack bergizi yang dibagikan terdiri atas berbagai

Sekelompok mahasiswa dari Universitas Syiah Kuala (USK) yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Duta Kampus USK hadir ke tengah penyintas bencana. Mereka hadir untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur dan Kecamatan Lapang, Aceh Utara. Selama empat hari, sejak 20 hingga 24 Desember 2025, para Duta

Universitas Syiah Kuala (USK) telah menjangkau total 483 anak terdampak bencana di tiga kabupaten – Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Tamiang – melalui kegiatan pembelajaran darurat dan dukungan psikososial inklusif. Program yang memasuki minggu ketiga sejak dimulai pada 8 Desember 2025 lalu ini, secara khusus memastikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) juga menerima pendampingan. “Ini bentuk

Oleh: dr. Rina Hastuti Lubis, Sp.KJPsikiater RSJ Aceh, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Hari Ibu hampir selalu hadir dengan narasi yang sama: ibu adalah sosok paling kuat, paling sabar, dan paling ikhlas. Ia dipuji karena kemampuannya menahan lelah, menekan emosi, dan menempatkan kebutuhan orang lain di atas dirinya sendiri. Ketangguhan ini dirayakan dalam pidato, spanduk,

Tim peneliti Universitas Syiah Kuala (USK) telah menyelesaikan penelitian berjudul “Strategi Komunikasi Risiko dalam Inovasi Metode Penyampaian Pengetahuan Bencana Kebakaran pada Penyandang Disabilitas Tuli di Kota Banda Aceh”. Penelitian ini mengungkap bahwa penyandang disabilitas tuli masih menghadapi keterbatasan akses terhadap informasi kebencanaan kebakaran akibat sistem komunikasi risiko yang belum inklusif dan masih berbasis suara. Penelitian