Salah satu rangkaian acara BUNKASAI 2025 di Universitas Syiah Kuala (USK) menghadirkan kegiatan Bedah Buku Fukubukuro dan Talkshow Kehidupan di Jepang. Kegiatan ini berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood. (Banda Aceh, 24 Agustus 2025).
Acara ini menghadirkan tiga pembicara utama, yaitu Mulia Kemalawaty, S.P., M.Si. (Dosen Politeknik Indonesia Venezuela, anggota Forum Lingkar Pena Aceh, dan anggota Persada Aceh).
Lalu Yarmen Dinamika (wartawan Serambi Indonesia, penulis senior, sekaligus pembina FAMe), serta Alfi Rahman, M.Si., Ph.D. (akademisi USK, pemerhati budaya, dan anggota Persada Aceh). Sementara itu, diskusi dipandu oleh Eka Husnul Hidayati, arsiparis ANRI dan anggota Persada Aceh.

Buku Fukubukuro sendiri merupakan karya kolektif dari anggota Persada Aceh (Persatuan Alumni dari Jepang) yang berisi kisah-kisah inspiratif masyarakat Aceh yang pernah tinggal di Jepang. Baik untuk menempuh studi, bekerja, maupun pengalaman lainnya.
Buku ini memotret perjalanan, perjuangan, serta hikmah hidup yang dialami para penulis selama berada di Negeri Sakura. Menariknya, tiga para penulis buku ini juga ikut hadir sebagai pembicara dalam acara bedah buku ini.
Selain menjadi ruang berbagi pengalaman, acara ini juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk lebih memahami realitas kehidupan di Jepang, mulai dari tantangan, budaya, hingga nilai-nilai positif yang dapat diadopsi dalam kehidupan sehari-hari di Aceh.
Acara yang berlangsung interaktif ini turut menyediakan doorprize menarik bagi peserta. Kehadiran Fukubukuro diharapkan dapat memberikan motivasi bagi generasi muda Aceh untuk terus berkarya, belajar, dan membuka diri terhadap pengalaman lintas budaya.