Arita Yudha Katiara Rizky dan Rani Salsabila Efendi Jadi Duta Anti Narkoba USK

Dua mahasiswa Universitas Syiah Kuala yaitu Arita Yudha Katiara Rizky dari Fakultas Keperawatan dan Rani Salsabila Efendi dari Fakultas Kedokteran berhasil terpilih menjadi Duta Anti Narkoba USK 2022. Keduanya terpilih setelah menyisihkan finalis lainnya pada acara Penobatan  Duta Anti Narkoba USK 2022 di Gedung AAC Dayan Dawood. (Banda Aceh, 26 April 2022).

Adapun untuk juara dua diraih oleh M. Hanin Rizki dan Ataya Rania dari Fakultas Teknik. Lalu untuk juara favorit diraih oleh Juara Favorit Joice Cavin P. dari Fakultas Teknik dan Meuthiya Fathiya Erlison dari Fakultas Hukum.

Rektor USK Prof. Dr. Ir. Marwan yang turut hadir pada acara penobatan tersebut mengucapkan selamat atas terpilihnya kedua mahasiswa USK ini menjadi Duta Anti Narkoba USK 2022.

Pada kesempatan ini, Rektor mengatakan, isu narkoba merupakan isu penting yang harus menjadi perhatian kita semua. Sebab hal ini sangat mempengaruhi kualitas generasi bangsa ini, khsusunya generasi muda yang kelak menjadi penerus bangsa ini.

Apalagi, pada tahun 2045 nanti Indonesia punya target untuk menjadi bangsa yang besar, baik dari segi ekonomi maupun politik.

“Untuk itu, perlu disiapkan generasi yang unggul. Insya Allah, USK akan berkomitmen untuk terus berupaya dalam pencegahan penyebaran narkoba khususnya di lingkungan kampus,” ucap Rektor.

Selain itu, Rektor juga mengajak para generasi muda untuk membangun komunikasi yang baik dengan orang tua. Sebab peran orang tua sangatlah penting untuk mengantisipasi bahaya narkoba. Meningat banyak kasus narkoba dilatar belakangi hubungan komunikasi yang renggang dengan orang tua.

“Jadi, kalau ada masalah komunikasikan dengan orang tua. Jangan sampai lari narkoba. Karena tersentuh sedikit, itu bisa berlanjut. Jadi, jangan coba-coba mendekati,” pesan Rektor.

Sementara itu Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol. Drs. Heru Pranoto, M.Si, mengatakan, Aceh merupakan provinsi yang memiliki sumber daya alam yang kaya, serta garis pantai yang panjang dan indah. Namun garis pantai yang panjang itu justru memiliki potensi kejahatan.

Oleh karena itu, selama ini Aceh telah menjadi pintu masuk penyebaran narkoba. Heru Pranoto mengungkapkan, sejak Februari 2022 hingga saat ini pihak BNN, Bareskrim dan Bea Cukai yang secara akumulasi telah berhasil mengungkap peredaran sabu sejumlah 2,4 ton.

Untuk itulah, Heru Pranoto berharap Duta Anti Narkoba ini nantinya turut aktif mensosialisasikan bahaya narkob, serta mampu  menjadi role model dalam upaya pencegahan penyebaran narkoba.

“Mudah-mudahan dengan terpilihnya Duta Anti Narkoba ini nantinya, mereka  punya tugas dan misi untuk aktif dalam upaya pencegahan narkoba khususnya di lingkungan kampus,” ucapnya.

Leave a Reply