Universitas Syiah Kuala

ARC USK dan BRIN Perkuat Kolaborasi untuk Dorong Pembentukan BRIDA Aceh

Banda Aceh – Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Direktorat Kebijakan Riset dan Inovasi Daerah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar rapat koordinasi dalam rangka memperkuat kolaborasi riset dan mendorong terbentuknya Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) di Provinsi Aceh. Kegiatan ini berlangsung di USK, Banda Aceh, pada Rabu, 8 Oktober 2025.

Ketua ARC USK, Dr. Syaifullah Muhammad, dalam kesempatan tersebut menjelaskan salah satu produk unggulan hasil riset ARC, yaitu minyak nilam, yang kini telah berhasil dikomersialisasikan dan menjadi bukti nyata keberhasilan hilirisasi riset di Aceh.

“Hingga kini, ARC telah membina dan memfasilitasi ekspor nilam sebanyak 57 kali ke Prancis. Ini menandai kemajuan besar dalam sektor agroindustri Aceh,” ujar Syaifullah.

Ia menambahkan, keberadaan ARC telah menjadi kebanggaan bagi USK karena hampir setiap program studi menjadikan ARC sebagai contoh praktik baik dalam visitasi akreditasi. Model kolaborasi riset yang dijalankan ARC bahkan dinilai sebagai salah satu ekosistem riset terbaik di Indonesia.

Lebih lanjut, Syaifullah berharap jika BRIDA Aceh terbentuk nantinya, fokusnya dapat diarahkan pada pengembangan agroindustri, seperti yang telah dilakukan ARC.

“Model ini terbukti mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi daerah. BRIDA tidak perlu membangun laboratorium baru, cukup memanfaatkan fasilitas laboratorium USK yang sudah lengkap dan berstandar nasional,” jelasnya.

Ia menegaskan, USK memiliki dua kekuatan besar, yakni sumber daya manusia unggul dan infrastruktur laboratorium yang memadai. Dengan terbentuknya BRIDA Aceh, kedua potensi tersebut dapat dimaksimalkan untuk menghasilkan riset yang berorientasi pada solusi nyata dan berdampak nasional.

Sementara itu, Plt. Direktur Kebijakan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Muhammad Amin, dalam paparannya menjelaskan bahwa BRIDA atau Bapperida memiliki peran penting sebagai orkestrator sistem riset daerah, sedangkan pelaksanaan riset teknis berada di perguruan tinggi dan BRIN.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan BRIDA di berbagai daerah masih belum optimal. Ini menjadi tugas bersama untuk memperkuat jembatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, tim ARC menilai posisi BRIDA sebagai lembaga manajerial sangat tepat. Dalam diskusi, juga muncul gagasan pengembangan skema kolaborasi beasiswa Degree by Research (DbR) bagi daerah, dengan tema riset yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.

Para peserta rapat turut menyampaikan pentingnya komunikasi intensif antara pihak USK, khususnya melalui Rektor USK, dengan Gubernur Aceh, agar pembentukan BRIDA di Provinsi Aceh dapat segera direalisasikan.

Secara keseluruhan, pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara BRIN, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat terbentuknya BRIDA Aceh, sekaligus memperluas dampak riset berbasis kebutuhan lokal menuju penguatan ekonomi daerah berbasis inovasi.

https://jdih.bandungkab.go.id/ https://satudata.pasuruankota.go.id/ https://geoportal.simalungunkab.go.id/ https://agentotosuper.com/ https://mbahtotokl.com/ https://apps.fkipunlam.ac.id/ https://perpus.untad.ac.id/ https://sistabok.pasuruankota.go.id/ https://pasti.slemankab.go.id/ https://servicios.cuc.uncu.edu.ar/ Kentangwin https://linklist.bio/totosuper-resmi/ https://linklist.bio/toto-kl/ https://linklist.bio/sbopoker/ https://linklist.bio/pisangbetrupiah/ https://estd.perpus.untad.ac.id/ https://comision-gfinanciera.anuies.mx/ https://krabi-railayprincess.com/ https://krabi-railayresort.com/ https://jurnal.uinsyahada.ac.id/contact/ https://ncmh.gov.mn/