ARC-USK: Aceh Potensial Kembangkan Industri Skincare dan Kosmetika Berbasis Atsiri

Kepala ARC-PUIPT Nilam Aceh Universitas Syiah Kuala (USK), Syaifullah Muhammad mengemukakan bahwa Aceh sangat berpotensi kembangkan industri skincare dan kosmetika berbasis atsiri.

Hal itu disampaikan saat menjadi narasumber Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) se-Sumatera yang berlangsung di Hotel The Pade Banda Aceh.

Rakor dihadiri oleh ratusan peserta secara luring dan daring dari berbagai kota di Sumatera. Beberapa Kepala Balai Besar POM di Sumatra seperti Medan, Padang, Lampung dan Banda Aceh hadir langsung di salah satu hotel yang ada di Banda Aceh.

Dalam paparannya, Syaifullah menjelaskan pengalaman tujuh tahun ARC-USK dalam mengembangkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan (Knowledge Based Innovation), khususnya dalam pengembangan berbagai produk turunan nilam seperti parfum dan serum anti aging.

Sejak 2016 ARC telah melakukan inovasi hulu-hilir melalui berbagai penelitian dengan dukungan competitive grant dari berbagai kementerian dan lembaga, antara lain Kementrian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), LPDP Kementrian Keuangan, Kementrian Koperasi dan UKM serta beberapa lembaga terkait lainnya.

“ARC memiliki 57 profesor-doktor dari berbagai disiplin ilmu yang mendedikasikan iptek dari perguruan tinggi untuk dimanfaatkan pada rantai hulu-hilir industri atsiri khususnya nilam di Aceh” Urai Syaifullah.

Menurutnya, dukungan dari pimpinan USK, sejak Rektor Prof. Samsul Rizal hingga Rektor saat ini Prof. Marwan untuk ARC, yang luar biasa nan berkesinambungan, amat membantu mereka dalam proses pengembangan diri hingga berada di titik sekarang.

“Sehingga inovasi untuk peningkatan kualitas dan kuantitas atsiri Aceh bagi ekonomi rakyat dapat dilaksanakan hingga saat ini,” sambungya.

Syaifullah menjelaskan bahwa ARC-USK juga secara rutin melakukan berbagai pelatihan dengan untuk masyarakat petani, penyuling nilam serta generasi milenial dalam mengembangkan produk turunan nilam dan proses komersialisasinya.

Selain membina startup (UMKM) atsiri Aceh, ARC-USK juga telah membangun Rumah Produksi yang distandarisasi oleh BPOM sehingga menghasilkan produk yang legal untuk dijual bebas. UMKM atsiri Aceh dapat menggunakan rumah produksi tersebut dengan sistem Maklon pada Koperasi Inovasi Nilam Aceh (Inovac)-ARC, sehingga akan sangat memudahkan UMKM mendapatkan izin edar.

Puluhan UMKM saat ini masih terus dibina oleh ARC bersama SKPA terkait di Aceh. Salah satu UMKM atsiri yaitu Koperasi Inovac pada 2022 berhasil mendapatkan penghargaan dari Badan POM Pusat sebagai UMKM Inovatif dan Produktif dalam mengembangkan kosmetika dari Komoditas Lokal Indonesia. UMKM lainnya, Biona Ceudah Rupa bahkan telah berhasil mewakili Indonesia pada berbagai event internasional di Singapura, Kamboja, Jerman dan China.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPOM Banda Aceh atas kerjasama yang sangat baik selama ini. Pembinaan yang dilakukan Balai Besar POM Banda Aceh telah memungkinkan UMKM atsiri kita bisa berbisnis secara legal sesuai peraturan yang berlaku,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Balai Besar POM Aceh, Yudi Noviandi, menyampaikan apresiasinya terhadap upaya yang dilakukan USK melalui ARC. Yudi menyampaikan bahwa ARC telah melakukan banyak inovasi yang sangat sesuai dengan program pemerintah khususnya terkait hilirisasi komoditas lokal Indonesia sehingga memberi nilai tambah untuk masyarakat.

“Saya sangat bangga dengan apa yang telah dilakukan ARC, sangat inspiratif dan patut dicontoh oleh banyak perguruan tinggi lain di Indonesia. Balai Besar POM Banda Aceh siap untuk terus bekerja sama dengan ARC dalam mengembangkan UMKM dan industri yang terkait atsiri agar ekonomi masyarakat dapat meningkat,” ujar Yudi.

Peserta lainnya, Kepala Balai Besar POM Medan Martin Suhendri juga menyampaikan kekagumannya atas capaian yang dilakukan ARC-USK. Menurut Martin, tidak banyak perguruan tinggi yang mampu melakukan inovasi hulu hilir hingga menciptakan ekosistem yang baik antara kampus dengan dunia industri dan UMKM.

“Saya sungguh surprise, hari ini banyak sekali hal baru yang sangat inspiratif saya dapatkan dalam rakor ini,” kata Martin.

“Bolehkah kami diberi tahu tip and trik yg dilakukan ARC sehingga mampu menggerakkan para profesor, doktor untuk berkontribusi melakukan inovasi untuk masyarakat tanpa terjebak oleh money oriented” lanjutnya.

“Pengalaman ARC akan saya bawa ke propinsi saya, untuk saya sampaikan ke perguruan tinggi yang menjadi mitra Balai Besar POM di sana” tutup Martin.

Dalam Rakor ini juga hadir Narasumber dari PT. Saraswati Indo Genetech dari Jakarta, yang memaparkan berbagai layanan pemeriksaan laboratorium dari perusahaan tersebut.

Kiprah ARC-USK sejak tujuh tahun terakhir telah merintis jalan baru Nilam Aceh yang membentuk ekosistem tataniaga yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan. Berbagai kunjungan tokoh nasional telah dilakukan ke ARC. Yang terakhir, pada juni 2023 adalah kunjungan Dahlan Iskan yang kemudian menuliskannya pada kolom Disway yang terkenal itu.

Kemudian beberapa hari lalu, Menkop UKM RI Teten Masduki juga berkunjung ke ARC dan memberi apresiasi tinggi untuk produk inovasi lokal berbasis nilam yang telah dikembangkan ARC-USK

Leave a Reply