Universitas Syiah Kuala

APTFI dan IAI Bersama USK Terjunkan Mahasiswa Profesi Apoteker ke Lokasi Bencana Aceh Tamiang

Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) bekerja sama dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan Universitas Syiah Kuala (USK) melalui program Apoteker Tanggap Bencana (ATB) secara resmi melepas mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) untuk bertugas di lokasi bencana banjir Aceh Tamiang, Pelepasan tersebut berlangsung di halaman Gedung Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USK, Senin (2/2/2026).

Acara pelepasan dipimpin oleh Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USK, Taufik Fuadi Abidin, didampingi Ketua Apoteker Tanggap Bencana Pengurus Pusat IAI, Ganjar Raynatan, serta Ketua Pengurus Daerah IAI Aceh yang juga Ketua Departemen Farmasi FMIPA USK, Tedy Kurniawan Bakri. Kegiatan ini turut dihadiri pimpinan fakultas, jajaran dosen, serta Pengurus Daerah IAI Aceh.

Dalam sambutannya, Prof. Taufik Fuadi Abidin menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa profesi apoteker di lokasi bencana tidak hanya menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman nyata, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan dan Tridharma Perguruan Tinggi.

“Kami dari FMIPA USK berharap para mahasiswa dapat menjaga integritas, profesionalisme, serta menjunjung tinggi etika kefarmasian selama menjalankan tugas di lapangan” ucap Prof Taufik.

Sementara itu, Ganjar Raynatan menyampaikan bahwa pelibatan mahasiswa dalam misi kebencanaan merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya apoteker sejak dini. Menurutnya, kolaborasi antara organisasi profesi dan institusi pendidikan menjadi kunci dalam membangun sistem respons bencana yang terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan.

Senada dengan hal tersebut, Tedy Kurniawan Bakri menambahkan bahwa wilayah Aceh Tamiang masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, khususnya dalam aspek pelayanan kesehatan dan kefarmasian pascabencana. Kehadiran mahasiswa profesi apoteker diharapkan dapat membantu masyarakat terdampak sekaligus memberikan pengalaman lapangan yang berharga dalam menghadapi situasi krisis kesehatan.

Program pengiriman mahasiswa ini dilaksanakan secara bertahap dalam beberapa batch, menyesuaikan kebutuhan lapangan dan kondisi wilayah terdampak, dengan total 60 mahasiswa yang telah dipersiapkan. Universitas Syiah Kuala (USK) menjadi perguruan tinggi farmasi pertama yang mengirimkan mahasiswa pada Batch 1 program nasional ini sebagai wujud sinergi APTFI dan IAI dalam mendukung upaya tanggap darurat bencana dari perspektif kefarmasian dan pelayanan kesehatan masyarakat.

https://bkpsdm.tubankab.go.id/ https://siakad.uinbanten.ac.id/ https://centrodeservicio.ecci.edu.co/ecci/ https://linktr.ee/pisangbetslot https://daftartotosuper.com/ https://ingattotokl.com/ https://toto-kl.rpg.co.id/ https://mez.ink/totosuper.idn pisangbet https://baidich.com/rewards/ https://fib.unair.ac.id/fib/ https://aheartfulloflove.com/service