Universitas Syiah Kuala

Aceh Tuan Rumah Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) mempercayakan Aceh, dalam hal ini Unit Pelaksana Tugas (UPT) Perpustakaan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), sebagai tuan rumah pelaksanaan Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) Ke-12.

Konferensi berlevel nasional itu dilaksanakan dua hari, sejak 12 hingga 14 November di Hotel Hermes Palace Banda Aceh. Acara ini akan dibuka oleh Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah pada Selasa (12/11) sore, di Hotel Hermes dan ditutup keesokan harinya oleh Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman.

Prosesi pembukaan akan dihadiri oleh Kepala Perpusnas RI, Dr Syarif Bando; para pejabat Perpusnas RI, Rektor Unsyiah, Prof Dr Samsul Rizal MEng; dan Kepala UPT Perpustakaan Unsyiah, Dr Ing Rudi Kurniawan ST MSc. Hadir pula pakar Literasi Informasi Prof Dr. R. Eko Indrajit, Guru Besar Perbanas Institute sebagai pemateri utama.

Ketua Panitia KPDI Ke-12, Dr Taufiq Abdul Gani SKom MEng Sc mengatakan, konferensi ini diawali dengan workshop pada 12 November siang. Konferensi ini akan dihadiri oleh 450 peserta dari seluruh provinsi se-Indonesia. Menurut Taufiq, KPDI ini bertujuan mendorong peran perpustakaan digital yang terkait dengan perkembangan terkini di masyarakat.

Tujuan lainnya untuk menghadirkan perpustakaan digital sebagai komponen penting dalam ekosistem informasi yang akan berinteraksi dengan komponen lainnya, di samping untuk mendorong transformasi masyarakat berbasis pengetahuan dan berkompetensi sehingga inklusi sosial yang diharapkan dapat tercapai.

  

Saat workshop, kata Taufiq, akan disajikan materi berjudul Kompetensi Pustakawan dalam Ekosistem Digital oleh Dr Luki Wijayanti SIP MHum, mantan kepala Perpustakaan  Pusat Universitas Indonesia.

Materi ini selaras dengan tema KPDI tahun ini yakni  Mewujudkan Ekosistem Perpustakaan Digital 4.0 dan Society 5.0 dalam Meningkatkan Daya Saing Bangsa. Selama konferensi dua hari itu, kata Taufiq, dipresentasikan 20 makalah oleh sejumlah pakar, baik dari Perpusnas, Bappenas, Sekretariat Jenderal DPR RI, maupun akademisi nasional.

Di antara 20 materi tersebut, tiga di antaranya adalah berjudul Pengembangan Perpustakaan Umum dalam Ekosistem Digital Berinklusi Sosial; Pengaruh Kualitas Perpustakaan Digital dan Kompetensi terhadap Kematangan Karier Pustakawan; dan Literasi Informasi: Pustakawan SNIPER Internet.

Kemudian, pada Rabu (13/11) sore akan dilaksanakan rapat KPDI untuk menentukan provinsi mana sebagai tuan rumah KPDI Ke-13 pada tahun 2020. Agenda terakhir, kata Taufiq, pada Kamis (14/11/2019) pagi seluruh peserta dan panitia akan melakukan Library dan Cultural Visit ke lokasi wisata Lhok Geulumpang, Aceh Jaya.

"Setelah workshop, seminar, serta rapat selama dua hari, konferensi ini kita akhiri dengan rekreasi atau kunjungan budaya ke lokasi wisata. Ya semacam refreshing-lah," kata mantan kepala UPT Perpustakaan yang kini menjabat Kepala UPT Percetakan Unsyiah ini.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman menyambut positif penyelenggaraan KPDI tahun ini di Banda Aceh. Konferensi ini, menurutnya, akan merangsang tumbuhnya komunitas pencinta perpustakaan digital di Aceh, apalagi sejak 3 Desember tahun lalu Aceh telah memiliki aplikasi iPustakaAceh yang menyediakan ribuan buku digital atau e-book.Di akhir acara, Rabu malam, Wali Kota Banda Aceh juga berkenan menjamu Kepala Perpusnas dan rombongan untuk santap malam di Pendopo Wali Kota Banda Aceh.

https://bkpsdm.tubankab.go.id/ https://siakad.uinbanten.ac.id/ https://centrodeservicio.ecci.edu.co/ecci/ https://linktr.ee/pisangbetslot https://daftartotosuper.com/ https://ingattotokl.com/ https://toto-kl.rpg.co.id/ https://mez.ink/totosuper.idn pisangbet https://baidich.com/rewards/ https://fib.unair.ac.id/fib/