Universitas Syiah Kuala bersama dengan Yayasan Waqaf Haroen Aly sepakat menjalin kerja sama dalam bidang peningkatan sumber daya manusia, dalam upaya pemasyarakatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan MoU antara Rektor Unsyiah Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng dengan Ketua Umum Yayasan Waqaf Haroen Aly Dr. H. Muhammad Yasir yusuf, M.A. di Rumah DInas Wakil Gubernur Aceh. (Banda Aceh, 3/10).
Adapun ruang lingkup nota kesepahaman ini adalah terkait pemasyarakatan dan penerapan teknologi, perencanaan dan pengembangan sumber daya manusia. Di mana semua hal tersebut meliputi, bantuan teknis, pertukaran data dan informasi serta kerja sama lain yang dipandang perlu dan disetujui oleh kedua belah pihak.
Penandatangaann MoU ini disaksikan oleh Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc. Wakil Rektor IV Unsyiah Dr. Hizir serta turut dihadiri oleh sejumlah Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).
Rektor mengatakan, MoU ini adalah bagian dari pengabdian Unsyiah untuk melahirkan generasi Aceh yang hebat. Mengingat, Yayasan Waqaf Haroen Aly memiliki pesantren yang berbasis alquran.
“Para penghafal alquran tidak boleh jauh dari ilmu pengetahuan sains dan teknologi. Dengan bersatunya alquran dan pengetahuan, kita berharap generasi ke depan adalah mereka yang mempunyai iman dan taqwa (Imtaq), serta ilmu pengetahuan dan teknlogi (Iptek),” ucap Rektor.
Sementara itu Muhammad Yasir Yusuf mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada Unsyiah dan BPPT yang telah menjadikan Lembaga Pendidikanya, sebagai pesantren binaan dalam pengembangan SDM yang berawawasan teknologi.
“Inilah mimpi awal kita mendirikan pesantren Darul Quran Aceh (DQA) yaitu menggabungkan alquran dan Iptek. Semoga MoU ini sesuai dengan yang kita harapkan,” ucapnya.
Sebelumnya, Kepala BPPT hadir di Unsyiah untuk memberikan kuliah umum kepada civitas akademika Unsyiah dengan tema “Peran AI dan Big Data di Era Teknologi Industri 4.0 dalam Peningkatan Produktivitas Pembangunan”.