Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menunjuk Universitas Syiah Kuala melalui UPT Laboratorium Terpadu untuk menjadi pembina kegiatan magang Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) 2020. (Banda Aceh, 5 Oktober 2020).
Kepala UPT Lab Terpadu Unsyiah Rahmad Dawood, S.Kom, M.Sc menjelaskan, Unsyiah merupakan salah satu dari tujuh universitas yang telah ditunjuk sebagai perguruan tinggi pembina kegiatan Magang PLP pada tahun 2020.
Adapun enam perguruan tinggi lainnya adalah Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Gajah Mada, Universitas Lampung, Universitas Padjajaran, dan Universitas Sebelas Maret.
“Di Unsyiah, pelaksana kegiatan pembinaan ini adalah UPT Laboratorium Terpadu yang merupakan unit di Unsyiah yang telah mendapatkan ISO 17025:2017,” ucapnya.
Ia juga mengunkapkan, Unsyiah diminta untuk membina laboratorium dalam ruang lingkup Fisika dan Mekanika. Ini sesuai dengan kompetensi Laboratorium Terpadu yang telah meng-ISO 17025:2017: Laboratorium Geoteknik dan Laboratorium Konstruksi dan Bahan Bangunan.
Pada tahun 2020 ini telah diseleksi 100 peserta untuk mengikuti magang dari seluruh Indonesia. Peserta dibagikan ke universitas magang sesuai dengan laboratorium asal PLP.
Di mana Unsyiah mendapatkan 13 peserta dalam ruang lingkup Fisika / Mekanika. Semua peserta tersebut berasal dari Laboratorium Mekanika Tanah, Universitas Tadulako Palu, Bengkel Teknik Sipil, Politeknik Negeri Samarinda, Laboratorium Geodesi, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, Laboratorium Teknik Sipil, Universitas Wiraraja Sumenep, dan Laboratorium Ilmu Ukur Tanah, Universitas Negeri Malang.
Lalu Laboratorium Struktur, Universitas Brawijaya Malang, Laboratorium D4 Perkeretaapian, Politeknik Negeri Madiun, Laboratorium Struktur, ITS Surabaya, Laboratorium Mekanika Tanah, Universitas Negeri Jakarta, Workshop Kerja Kayu dan Baja, Universitas Negeri Jakarta, Laboratorium Manajemen dan Rekayasa Konstruksi, Universitas Sriwijaya, Laboratorium Tanah dan Hidrolika, Politeknik Negeri Padang, dan Laboratorium Pengujian Bahan dan Struktur, Politeknik Negeri Padang.
Magang tahun ini, ungkap Rahmad Dawood, jauh berbeda dari magang sebelumnya. Di mana sebelumnya peserta mendatangi universitas pembina tetapi sekarang semua kegiatan magang dilakukan secara daring. Para peserta nanti akan diberi akses ke sejumlah layanan pendidikan Unsyiah selama masa magang.
“Semua bahan akan disediakan di Google Classroom Unsyiah, dan semua perkuliahan akan dilakukan secara daring memakai layanan CloudX dari Telkomsel yang dimiliki Unsyiah,” terangnya.
Pihak kementerian telah mengarahkan Lab Terpadu Unsyiah untuk fokus dari magang tahun ini adalah memperkuat laboratorium menuju ISO 17025. Dari data awal yang Unsyiah dapatkan, baru tiga laboratorium peserta di Unsyiah yang telah mendapatkan ISO 9001, yaitu Laboratorium Mekanika Tanah, Universitas Tadulako Palu, Laboratorium Struktur, ITS Surabaya, dan Workshop Kerja Kayu dan Baja, Universitas Negeri Jakarta. Sementara lainnya, belum memiliki sertifikasi.
Oleh karenanya, tim pengajar di Unsyiah akan memperkenalkan lebih jauh apa itu ISO 17025, komponen-komponen yang diprasyaratkan, pengalaman Unsyiah mendapatkannya, dan visitasi virtual untuk melihat kerja laboratorium tersebut.
“Semoga sharing ilmu dan pengalaman kami dapat membantu rekan-rekan di laboratorium lain untuk meraih ISO 17025, sehingga laboratorium-nya bisa lebih kompeten dan professional,” pungkas Rahmad Dawood.