Universitas Syiah Kuala

Bina Karakter Islami, Fakultas Keperawatan Unsyiah Gelar TASLIH

Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala menyelenggarakan acara TASLIH (Ta’araful Islamiyah Lishshihah), yang mengusung tema “Membentuk Pribadi Muslim Sejati dalam Bingkai Kehidupan Islami”, mulai dari tanggal 25 – 27 Oktober 2019 di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP) Unsyiah dan Masjid Jamik Unsyiah.

TASLIH merupakan program unggulan dari Lembaga Dakwah Ash-Shihah FKEP Unsyiah yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya, dan tahun ini merupakan TASLIH yang ke-6.  Adapun tujuan acara ini, sebagai sarana untuk memperkokoh dan merajut benang ukhuwah islamiyah antar mahasiswa dalam lingkup kampus FKep Unsyiah, serta meningkatkan kesadaran untuk mempelajari, menciptakan, dan memberikan nilai keislaman dalam setiap segi kehidupan.

Rangkaian kegiatan TASLIH tahun ini yaitu seminar tentang Ma’rifatullah, Ma’rifatul Qur’an, Ma’rifatul Rasul, Ma’rifatul Insan, Ghazwul Fikri, Ukhwah Islamiyah, Ma’rifatul Islam, Pergaulan Muda Mudi Islam, serta pelatihan Tahyiz Mayit.

Acara ini diikuti oleh 146 mahasiswa tahun 2019 dan 69 panitia pelaksana. Opening Ceremony diikuti oleh Dekan Fakultas Keperawatan Unsyiah, Wakil Dekan III Fakultas Keperawatan Unsyiah, Ketua dari berbagai Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) Unsyiah, dan seluruh undangan.

Dekan FKep Unsyiah Dr. Hajjul Kamil, S.Kp., M.Kep mengatakan, bahwa kegiatan TASLIH ini merupakan program kegiatan yang penting dan perlu untuk dilaksanakan mengingat perkembangan zaman sekarang yang sudah kurang memenuhi syari’at islam. Maka perbaikan akhlak dan perbuatan bagi remaja sekarang perlu diperhatikan.

“Maka saya berharap, acara ini dapat memberikan kesan yang baik bagi peserta sehingga mereka dapat mengingat apa yang disampaikan selama tiga hari kedepan dan dapat diterapkan dalam kehidupannya,” ucapnya.

Setelah Opening Ceremony, dilanjutkan dengan seminar mengenai Ma’rifatullah yaitu membahas tentang “Rahasia Dibalik Kata Ilah.” Acara TASLIH 6 tahun ini dipandu oleh dua MOT (Master of Training) yang sangat aktif dan bersemangat yaitu Ulil Amri, mahasiswa FKep Unsyiah dan Firja Herinaldi, mahasiswa FMIPA Unsyiah.

  

Materi ini disampaikan oleh Ust. Talbani yang menjelaskan pentingnya setiap hamba mendekatkan diri kepada Allah dan petingnya mengenal Allah, sehingga kita dapat beribadah secara ikhlas dan benar sesuai dengan yang diajarkan, bukan semata-mata hanya ‘ikut-ikutan’.

“Kalau kalian susah kusyu’ dalam mengerjakan shalat, yakinkan dalam hati kalian bahwa Allah swt. itu ada dan Ka’bah ada di depan kalian,” ungkapnya.

Materi mengenai Ma’rifatul Qur’an disampaikan oleh Ust. Abdul Syukur. Dengan pembawannya yang khas, beliau dapat menarik perhatian peserta dengan pembahasan tentang “Masihkan Engkau Mengingatku?”.

Sebelum penjelasan materi, panitia acara TASLIH 6 menampilkan sebuah drama yang menceritakan tentang seorang mahasiswa yang lupa membaca Al-Qur’an karena kesibukan kuliahnya.

 Dalam drama ini banyak pembelajaran yang dapat diambil, salah satunya yaitu kita tidak boleh menjadikan kesibukan dunia sebagai hal yang melalaikan kita dalam beribadah kepada Allah swt.

Sesi terakhir pada hari pertama ditutup oleh materi dari Baginda Indra Perwira Teja mengenai Ukhuwah Islamiyah. Alumni FKep Unsyiah ini membagikan 5 tips menjemput ukhuwah antar muslim, yaitu menutup aib, memaafkan, membantu, husnudzan, dan mendokan setiap muslim.

Untuk peserta laki-laki, saat malam hari diharuskan untuk mengikuti mabit di Kampus FKep Unsyiah yang diisi dengan kajian serta kegitan ibadah seperti shalat tahajud.

Pada hari kedua, acara di mulai dengan pelatihan tahyiz mayit. Setiap peserta diharuskan untuk menyetor hafalan yang sudah ditentukan sebelum pelatihan berlangsung. Pelatihan ini terdiri dari lima pos yaitu pos hafalan, pos memandikan, pos mengkafankan, pos mensalatkan dan pos menguburkan.

Kegiatan ini berlangsung di lingkungan Masjid Jamik Kampus Unsyiah. Setiap kelompok akan memilih salah satu anggotanya untuk menjadi propandus mayat. Sesi ini merupakan sesi yang dapat memberikan kesan  bermakna karena setiap peserta akan mempraktekkan secara langsung tata cara pengurusan mayat mulai dari memandikan sampai menguburkan.

Setelah pelatihan ini berlangsung, mereka diarahkan menuju aula masjid dan diberikan sedikit materi mengenai “Kematian” yang disampaikan oleh Rahmiliya Hadiyani.

“Ketika kalian pergi ke kampus, niatkan dalam hati kalian untuk berjihad sehingga ketika kita meninggal insyaAllah, Allah akan mengambil kita dalam keadaan berjihad pula. Sesuatu yang mendadak lebih menakutkan kita, seperti kematian sehingga kita harus menyiapkannya setiap hari,” ungkap dosen FEBI UIN Ar-Raniry ini.

 Setelah kegiatan ini peserta menuju Aula FKIP Unsyiah untuk materi selanjutnya yaitu mengenai ghazwul fikri yang disampaikan oleh Ust. Afrial Hidayat. Pembahasannya mengenai “Aku Yang Diantara Haq dan Yang Bathil” sangat cocok untuk remaja sekarang. Ia menjelaskan budaya barat yang mempengaruhi akhlak dan pola pikir muslim dengan berbagai cara, mulai dari perfilman sampai berbagai game online yang sering dimainkan remaja saat ini.

“Perang yang dilakukan untuk menghancurkan umat muslim saat ini bukan lagi menggunakan senjata, tetapi menggunakan ide-ide atau pemikiran sehingga dinamakan dengan perang pemikiran,” ucapnya.

Sesi terakhir hari kedua ditutup dengan materi mengenai Ma’rifatul Islam yang disampaikan oleh Ust. Mujtahid, menjelaskan tentang persipan kita untuk menjadi muslim ideal.

Pada hari tekahir peserta dipertontonkan sebuah drama mengenai Ma’rifatul Insan yang telah dipersiapkan oleh panitia acara. Materi kali ini disampaikan oleh Ust. Kahlil Muchtar. Beliau menjelaskan bahwa Allah melengkapi manusia dengan tiga hal yaitu hati, akal, dan jasad yang kesemuanya merupakan pembeda antara manusia dengan makhluk lainnya. Sebagai manusia, kita juga diberikan amanah oleh Allah swt.yaitu untuk menjadi makhluk yang beribadah kepada-Nya dan makhluk yang harus menjadi seorang pemimpin.

Pada sesi kedua materi mengenai Pergaulan Muda Mudi Islam disampikan oleh Ust. Masrul Aidi. “Islam telah mengatur interaksi antar laki-laki dan perempuan, maka kalian harus menerapkannya.

“Bagi kita seorang muslimah dianjurkan untuk menutup aurat dengan rapi bukan dengan rapat, sehingga pergaulan antara lelaki dan perempuan dapat terjaga dengan baik,” ujarnya.

Materi mengenai Ma’rifatul Rasul disertakan dengan muhasabah yang disampaikan oleh Ust. Amirul Amin. Ia menjelaskan, menjadi generasi yang mencintai sunnah dapat dilakukan dengan cara yang sangat mudah yaitu, memberi dan menjawab salam dengan ikhlas serta mencintai sunnah Rasulullah saw.

“Salam merupakan sebuah doa, dan doa adalah segala bentuk permintaan kepada Allah. Bagaimana cara kita mencintai rasul? Dari hal yang terkecil saja, yaitu mencintai rasul dengan memperbaikin salam kita dan membudayakan salam karena salam merupakan perbedaan perjumpaan muslim dengan orang lain,” tegasnya.

Hari terakhir ditutup dengan Closing Ceremony yang dihadiri oleh Wakil Dekan III Fakultas Keperawatan Unsyiah, Direktur UP3AI FKep Unsyiah, Ketua Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) dari berbagai Fakultas Unsyiah, serta tamu undangan lainnya.

Penutupan bunga tulip merupakan simbolis, menandakan bahwa acara TASLIH 6 telah selesai yang dilakukan oleh Ns. Sri Intan Rahayuningsih, M.Kep., Sp.Kep.An. selaku Wakil Dekan III FKep Unsyiah dan para tamu undangan lainnya. Rangkaian acara ini diakhiri dengan pengumuman peserta terbaik, kelompok terbaik, video kelompok terbaik, serta pembuatan display untuk foto dokumentasi TASLIH 6.

https://bkpsdm.tubankab.go.id/ https://siakad.uinbanten.ac.id/ https://centrodeservicio.ecci.edu.co/ecci/ https://linktr.ee/pisangbetslot https://daftartotosuper.com/ https://ingattotokl.com/ https://toto-kl.rpg.co.id/ https://mez.ink/totosuper.idn pisangbet https://baidich.com/rewards/ https://fib.unair.ac.id/fib/