Unit Pelaksana Tugas (UPT) Perpustakaan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) masuk nominasi tiga besar untuk memperoleh Standar Nasional Indonesia (SNI) Award dari Badan Standardisasi Nasional (BSN). Award atau penghargaan bergengsi itu merupakan yang pertama kali diberikan BSN kepada perpustakaan di Aceh, bahkan pertama di Indonesia untuk kategori perpustakaan.
Dikutip dari Serambinews.com, informasi tentang masuknya UPT Perpustakaan Unsyiah sebagai nomine penerima SNI Award itu dikabarkan Dr Taufiq Abdul Gani SKom MEngSc di Banda Aceh, Sabtu (9/11/2019) petang, setelah mantan kepala UPT Perpustakaan Unsyiah itu mendapatkan kabar gembira tersebut dari pejabat BSN.
BSN merupakan Lembaga Pemerintah Nonkementerian (LPNK) yang diberi tugas oleh pemerintah untuk membina dan mengoordinasikan seluruh kegiatan standardisasi dan penilaian kesesuaian di Indonesia.
Mula sekali badan ini dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 13 Tahun 1997 kemudian ditingkatkan payung hukumnya dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2014.
"Saya dihubungi dan diberi tahu bahwa UPT Perpustakaan Unsyiah bakal mendapat SNI Award. Penyerahannya dilakukan pada 20 November di Balai Kartini, Jakarta," kata Taufiq yang September lalu dimutasi Rektor Unsyiah dari Kepala UPT Perpustakaan menjadi Kepala UPT Percetakan Unsyiah.
Dulunya, tim asesor BSN datang ke Unsyiah melakukan penilaian ketika UPT Perpustakaan Unsyiah dipimpin oleh Dr Taufiq Abdul Gani yang sehari-hari merupakan dosen di Fakultas Teknik Unsyiah. Menurut pejabat BSN kepada Taufiq Abdul Gani, dalam proses penilaian ada beberapa aspek keunggulan UPT Perpustakaan Unsyiah dibanding UPT sejenis di universitas lain se-Indonesia.
UPT Perpustakaan Unsyiah terutama unggul dalam hal realisasi program corporate social responsibility (CSC) karena aktif membantu perpustakaan di sejumlah lembaga pemasyarakatan (LP), rumah tahanan negara (rutan), dan cabang rutan.
Menariknya, penilaian calon penerima award ini tidak hanya dilakukan BSN terhadap lembaga perguruan tinggi, tetapi juga kepada berbagai perusahaan dan lembaga di Indonesia. Termasuk maskapai penerbangan, industri manufaktur, makanan, bahkan produsen helm.
Di tengah banyaknya pesaing, ternyata UPT Perpustakaan Unsyiah dinyatakan masuk nominasi calon penerima SNI Award, satu-satunya dari Aceh. Untuk menerima award itu nantinya, dari Unsyiah akan datang Rektor Prof Dr Samsul Rizal MSc didampingi Dr Taufiq Abdul Gani dan Kepala UPT Perpustakaan Unsyiah yang baru, Dr Rudi Kurniawan ST MSc.
"Kepada saya dikabarkan bahwa Unsyiah bakal naik panggung untuk menerima award itu kelak dari Kepala BSN. Itu artinya, nomor tiga sudah di tangan. Apakah Perpustakaan Unsyiah akan mendapat trofi emas atau perak, kita tunggu saya pengumumannya pada 20 November mendatang. Yang jelas, juara III atau perunggu sudah di tangan," kata Taufiq.
Sebelumnya, UPT Perpustakaan Unsyiah juga sudah terakreditasi A dari BAN-PT sejak 2012 dan mendapat Sertifikat ISO 9001: 2008 dari Jerman. Perpustakaan Unsyiah juga mendapat sertifikasi internasional ISO 27001 dalam bidang Keamanan Informasi Sistem Perpustakaan dengan aplikasi OPAC, OER, dan Room Booking.
Sertifikasi ini disahkan oleh Dakks, Badan Akreditasi Nasional Jerman. Perpustakaan Unsyiah merupakan unit kerja pertama dalam lingkup perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia yang mendapatkan sertifikasi ISO 27001. Penghargaan dari Jerman itu baru pertama diberikan kepada perpustakaan di Indonesia karena memiliki prestasi sangat cemerlang di luar Jerman. (Humas Unsyiah/fer)