
Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng.IPU hadir memberikan orasi ilmiah dalam dies natalis ke-13 Universitas Teuku Umar, Meulaboh, Rabu (20/11/2019). Dalam orasinya yang berjudul “Pendidikan Tinggi di Era Perubahan Menuju Revolusi Industri 4.0” Rektor menjelaskan universitas dituntut untuk berperan dominan di era perubahan demi menyiapkan SDM yang mampu bersaing di era revolusi industri 4.0. Sumber daya manusia serta kemampuan untuk berkreasi dan berinovasi saling erat berkaitan. Keduanya bermuara pada pendidikan, khususnya pendidikan tinggi.
Tapi sayangnya, Indonesia masih relatif jauh dari kualifikasi negara yang berkembang dengan daya kreasi dan inovasi. Dalam daftar negara paling inovatif dunia, Indonesia hanya menempati urutan ke-85 dari 120 negara yang diteliti. Bahkan, Indonesia tertinggal jauh dibandingkan Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
“Peran besar perguruan tinggi sangat diperlukan, mengingat salah satu kelemahan Indonesia adalah di sumber daya manusianya,” ujar Rektor.
Untuk itu, dibutuhkan strategi tepat dalam rangka proses transformasi dari perekonomian berbasis sumber daya alam kepada basis inovasi. Salah satunya melalui penguatan riset yang berorientasi produk inovatif.
Sementara itu, Rektor UTU Prof. Dr. Jasman J. Ma'ruf, SE., MBA dalam sambutannya menjelaskan sejarah panjang lahirnya UTU yang dimulai pada tahun 1983. Kala itu lembaga pendidikan itu bernama Akademik Pertanian.
Ia berharap UTU terus melahirkan sarjana-sarjana berkembang yang tidak hanya mengejar satus Pegawai Negeri Sipil. Sebaliknya para lulusan diminta menjadi sarjana-sarjana yang inovatif dan kreatif yang melahirkan berbagai pemikiran dan terobosan baru dalam mewujudkan kemajuan Aceh. (Humas Unsyiah/fer)