Universitas Syiah Kuala

Unsyiah Bantu Guru Terapkan STEM di Sekolah

Universitas Syiah Kuala melalui Pusat Riset dan Pengembangan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PRP-PMRI) dan Pusat Riset STEM Unsyiah, melakukan kajian penelitian, melatih guru dan  mensosialisasikan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) di sekolah SMP Banda Aceh. (Banda Aceh, 22/11).

Ketua PRP-PMRI Dr. Rahmah Johar,  M. Pd menjelaskan, sejak Juli 2019 Unsyiah telah melatih sejumlah guru SMP di kota Banda Aceh dalam menerapkan STEM di sekolah. Tugas yang diberikan kepada siswa melalui pelatihan guru tersebut adalah, merancang Rumah Idaman, yang membutuhkan konsep skala dan dibantu dengan Google SketchUp.

“Tahun 2019 Unsyiah telah melakukan penandatanganan MoU dengan Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh dan Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, terkait dengan implementasi STEM di sekolah,” ucap Rahmah.

Rahmah mengungkapkan, melalui STEM guru berupaya memotivasi siswa untuk menyelesaikan masalah autentik (masalah sehari-hari). Di mana masalah tersebut melibatkan beberapa disiplin ilmu menjadi satu kesatuan.  Hal ini memungkinkan siswa dengan potensi yang berbeda bisa berkolaborasi untuk menyelesaikan masalah.

  

“Tiga kata kunci yang perlu diperhatikan untuk mengimplementasikan STEM yaitu, yaitu authentic (masalah nyata), integrated (antar bidang studi),  dan construction (rekayasa), sehingga anak-anak zaman digital dapat menghasilkan karya nyata,” ucapnya.

STEM merupakan konsep pengajaran yang penting. Mengingat, tantangan abad 21 saat ini adalah  menuntut siswa memiliki kompetensi dalam hal berkomunikasi, berfikir kritis, kreativitas, dan berkolaborasi serta literasi terhadap teknologi dan pengetahuan yang melibatkan lebih dari satu mata pelajaran. Untuk itulah, salah satu pendekatan mengajar yang sesuai dengan tuntutan tersebut adalah (STEM).

“Aktivitas di kelas yang berkaitan dengan STEM adalah aktivitas yang berbasis proyek, sehingga penerapan STEM dapat dilaksanakan melalui sintaks model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL),” ujar Rahmah.

Ada kalanya STEM dilengkapi dengan Art, sehingga menjadi STEAM. Walaupun karakter tidak muncul secara eksplisit dalam komponen STEM. Namun menurut Chairman: Centre of the STEM Enculturation) Universiti Kebangsaan Malaysia Associate Prof. Ts. Dr. Mohamad Sattar Rasul, justru karakter merupakan komponen dominan dalam STEM. Karena proyek yang dikerjakan dalam STEM bertujuan untuk menyelesaikan masalah di masyarakat, yang diawali dengan menganalisis masalah sosial.

Pemerintah Indonesia sudah melaksanakan beberapa pelatihan terkait dengan implementasi STEM di sekolah. Beberapa universitas, salah satunya UPI Bandung sudah mewajibkan mahasiswa Fakultas MIPA untuk mengambil matakuliah STEM.

“Begitu pula Pemerintah Aceh yang sudah membuat rencana untuk pelatihan terhadap guru berkaitan dengan STEM. Semoga tahun depan segera terwujud,” ucap Rahmah.

Rahmah juga mengatakan, berdasarkan angket yang diedarkan respon para guru atas STEM sangat bagus. Guru merasakan bertambahnya pengalaman mereka dalam mengajarkan matematika yang terintegrasi dengan engineering dan teknologi. Siswa  juga memberikan respon yang positif, karena mereka bangga dengan karya mereka sendiri sehingga materi pelajaran di sekolah termasuk matematika  menjadi menarik.


Pelatihan STEM selanjutnya dilaksanakan di SMAN 2 Sinabang pada tanggal 21 Oktober 2019, dalam rangka program zonasi. Banyak masalah di Sinabang yang bisa diangkat sebagai tema STEM,  seperti pengolahan sampah di pantai dan merancang penyimpanan lobster dg menggunakan garam kering atau es kering.

 Selain itu, Tim Unsyiah ini juga mensosialisasikan STEM melalui Presentasi pada konfrensi internasional SEADR di Yogyakarta bulan Juli 2019, konfrensi internasional AICMSTE di FKIP Unsyiah tanggal 15 September 2019 dan Seminar Internasional di Prodi PGMI UIN Ar-raniry tanggal 31 Oktober 2019. Lalu  tanggal 9 November 2019 dilaksanakan pelatihan STEM kepada guru SMK di Kabupaten Bireuen melalui kegiatan MGMP.

Pada pelatihan guru di SMKN 1 Bireuen melibatkan tiga komponen yaitu Dr.  Rahmah Johar sebagai Koordinator Program Studi Magister Pendidikan Matematika (MPMAT)  FKIP Unsyiah, Feri Irawan,  M.  Pd sebagai Ketua MGMP Matematika SMK Kabupaten Bireun dan T. Julizal,  S. Pd sebagai guru SMKN 1 Panga Aceh Jaya.

Kegiatan ini juga sesuai dengan visi prodi MPMAT yaitu menjadi Program Studi yang berkarakter, inovatif,  mandiri, dan terkemuka dalam bidang Pendidikan Matematika di Asia Tenggara pada tahun 2026.

“Semoga kerjasama Unsyiah dan sekolah dalam rangka implementasi STEM semakin dirasakan manfaatnya oleh dosen, mahasiswa, guru, dan siswa,” pungkasnya.

https://bkpsdm.tubankab.go.id/ https://siakad.uinbanten.ac.id/ https://centrodeservicio.ecci.edu.co/ecci/ https://linktr.ee/pisangbetslot https://daftartotosuper.com/ https://ingattotokl.com/ https://toto-kl.rpg.co.id/ https://mez.ink/totosuper.idn pisangbet https://baidich.com/rewards/ https://fib.unair.ac.id/fib/