
Universitas Syiah Kuala melalui Atsiri Research Center (ARC) melakukan penandatanganan Memorandum of Agreement atau kontrak kerja bersama dengan PT Haldin Pacific Semesta dan Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya. PT Haldin merupakan manufaktur indonesia yang berfokus pada pengembangan produk natural ingredients, dan sebagian besar ekstrak tumbuhan.
Dikutip dari Acehtrend.com, penandatanganan dilakukan dalam rangkaian kegiatan Business Innovaty Gathering (BIG) yang diselenggarakan oleh Kemenristek dan berlangsung di Grand Ball Room LIPI di Jakarta Selatan, Kamis (19/12/2019). Forum tersebut mempertemukan antara pelaku dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan pemerintah.
Kepala ARC Unsyiah Dr Saifullah Muhammad mengatakan, kerja sama ini sebagai komitmen untuk membuka kebun nilam baru di Aceh Jaya seluas 25 hektare yang minyaknya nanti akan dibeli oleh PT Haldin untuk kebutuhan ekspor.
“Selama ini ARC telah melakukan berbagai upaya untuk melakukan transfer teknologi pemberdayaan masyarakat dan membentuk networking pada supply chain dan value chain dari industri nilam di Aceh. Dengan adanya forum ini masing-masing pihak bisa saling berkolaborasi,” ujar Saifullah.
Penandatanganan itu kata Saifullah, dihadiri dan disaksikan langsung oleh Menteri Riset dan Dikti Bambang Brodjonegoro; Deputi Penguatan Inovasi Kementerian Ristek dan Dikti Dr. Juma’in Appe; dan Ilham Habibie, serta para pengusaha di level nasional.
Dari Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya diwakili oleh Kepala Bappeda Aceh Jaya Hendri. Tindak lanjut dari acara ini diharapkan akhir Desember 2019 akan dilakukan proses penyiapan lahan, penyiapan bibit, dan penanaman di Kabupaten Aceh Jaya.