.jpg)
Kegiatan The Arts Open Days yang digelar selama empat hari sejak 4-8 Januari 2020 di Kampus Seni Unsyiah tidak hanya menampilkan pameran dan pegelaran seni saja. Banyak kegiatan lain yang mengisi kegiatan ini, salah satunya adalah program masterclass.
Masterclass adalah program sharing ilmu yang dikemas seperti perkuliahan. Namun di program ini panitia menghadirkan pakar-pakar dari berbagai bidang ilmu yang akan menjadi master, dan siap berbagi ilmu.
Pada Sabtu, 4 Januari, masterclass pertama diisi oleh Dr. Suhrawardi yang membicarakan tentang semesta seni , khususnya bagaimana konstruksi seni dalam estetika ilmu pengetahuan dan teknologi.
Di hari kedua, masterclass diisi oleh Suraiya Kamaruzaman yang membawakan materi terkait perspektif gender dalam ilmu pengetahuan, seni dan kebudayaan. Suraiya membahas bagaimana membangun kemanusiaan yang berkeadilan dalam melahirkan karya-karya kreatif dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni untuk kemuliaan sebuah peradaban.
Kemudian, pada hari ketiga M. Dirhamsyah hadir sebagai pemateri dan membahas tema pengembangan hilirisasi inovasi seni dan kreasi kebudayaan local dengan fokus terhadap proses hilirisasi inovasi ilmiah dan karya seni melalui media publikasi ilmiah paten, haki, dan industri.

Terakhir, pada hari keempat panitia mengundang Dr. Nazli, yang mempresentasikan membahan tentang seni dan bencana dengan fokus pada peran seni dalam kebencanaan, berikut jejak arkeologi bencana sebagai ilham penciptaan karya berbasis kearifan lokal.
The Arts Open Days 2020 sendiri diselenggarakan oleh Jurusan Pendidikan Seni, eks. Sendratasik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (Kampus Seni), Pusat Riset dan Pengembangan Seni (Pusat Seni) serta Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni (HIMA Seni) Universitas Syiah Kuala.
Kegiatan ini didukung oleh Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik, Pusat Riset Ilmu Sosial dan Budaya (PRISB) Universitas Syiah Kuala serta sejumlah pakar pendidikan, seni dan kebudayaan, mahasiswa/i, siswa/i dan pelajar di Banda Aceh sekitar.