
Bupati Aceh Tamiang H Mursil cukup antusias menyambut kedatangan 1.270 mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang mengikuti program kuliah kerja nyata (KKN) di Aceh Tamiang, Kamis (9/1/2020). Mahasiswa yang berasal dari 12 fakultas ini akan mengikuti program KKN selama satu bulan terhitung mulai 9 Januari.
Mursil optimis kehadiran mahasiswa ini akan memberikan dampak positif bagi daerahnya. Bahkan di hadapan Rektor Unsyiah Prof Samsul Rizal, dia tidak sungkan meminta jumlah mahasiswa yang lebih banyak lagi dan secara khusus mahasiswa dari Fakultas Ekonomi.
“Saya minta ke Pak Rektor dibanyakin anak Ekonomi. Maksudnya biar bagaimana Dana Desa bisa termanfaatkan dengan baik,” kata Mursil seperti diberitakan di Serambinews.com.
Mursil beranggapan pengelolaan dana desa sejauh ini belum memberikan manfaat bagi masyarakat. Padahal dana desa yang mencapai Rp 1 miliar per tahun itu bila dikelola dengan baik sangat ampuh menurunkan angka kemiskinan.
Secara tegas dia mengatakan sangat tidak setuju dana desa digunakan hanya untuk membuat figura maupun bangunan ikonik. Pengalokasian dana desa dalam bentuk itu dinilainya sangat tidak baik, karena di sisi lain masih banyak masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan.
“Jangan bikin figura. Masih banyak anak yang lapar, sanitasi kita tidak beres. Kan sebaiknya hal-hal seperti itu yang didahulukan,” sambungnya.
Ketua DPRK Aceh Tamiang, Supriyanto pun menaruh harapan besar terhadap mahasiswa. Pengabdian mahasiswa selama satu bulan diharapnya mampu memberi pencerahan terhadap potensi daerah serta memotivasi perekonomian.
“Ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada Rektor Unsyiah karena sudah memilih daerah kita sebagai tempat KKN. Sangat diharapkan mahasiswa bisa membantu mengoptimalkan potensi ekonomi di setiap daerah, sehingga bisa bermanfaat,” ujarnya.