Universitas Syiah Kuala

Walikota Bogor Bima Arya Kunjungi Unsyiah

Walikota Bogor Dr. Bima Arya Sugiarto, S.Hum., M.A atau kerap disapa Bima Arya, mengunjungi Universitas Syiah Kuala untuk menjalin silaturahim dengan civitas akademika Unsyiah. Rombongan Walikota Bogor ini disambut oleh Rektor Unsyiah Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng di Balai Senat Unsyiah. (Darussalam, 22/1/2020).

Rektor Unsyiah dalam sambutannya mengatakan, dirinya merasa terhormat karena Bima Arya dan rombongan menyempatkan diri untuk mengunjungi Unsyiah di sela-sela kunjungan kerjanya ke Aceh.

Di hadapan Bima Arya, Rektor mengenalkan sejarah singkat lahirnya Kampus Unsyiah dan sejumlah pecapaian penting kampus ini. Di antaranya, hampir 40% program studi di Unsyiah telah berakreditasi A. Dari sisi publikasi yang terindeks Scopus, Unsyiah merupakan nomor 1 di Sumtera dan peringkat 12 secara nasional.

“Saat ini status Unsyiah adalah Badan Layanan Umum, dan kita sedang berupaya untuk mengikuti IPB Bogor yang statusnya telah Berbadan Hukum,” ucap Rektor.

Meskipun hanya dalam waktu yang singkat, namun pertemuan ini sangat berarti baik bagi Unsyiah maupun Pemerintah Kota Bogor. Untuk itulah, Rektor berjanji akan mengundang kembali Bima Arya secara khusus ke Unsyiah, untuk memberikan kuliah umum bagi mahasiswa Unsyiah.

  

Sementara itu Bima Arya mengungkapkan, pertemuan singkat ini menjadi momentum untuk menguatkan hubungan antara Unsyiah dan Pemerintah Kota Bogor.

Pada kesempatan ini, Bima Arya menyampaikan bahwa tahun ini adalah priode keduanya menjabat sebagai Walikota Bogor. Ia pun menyampaikan sejumlah perkembangan Kota Bogor dan strategi kepempimpinanya selama ini.

Menurutnya, hal pertama yang ia lakukan ketika menjabat adalah membenahi ruang terbuka publik seperti pasar dan lainnya. Sebab ia ingin membangun kebanggaan dan perasaan memiliki masyarakatnya terhadap kota Bogor. Dengan demikian, maka masyarakat turut ambil bagian dalam proses pengawasan dan pembangunan kota.

Bima Arya mencontohkan, bagaimana ia membenahi taman dan pedestrian kota. Sampai-sampai ia digelari Wagiman (Walikota Gila Taman). Namun hasilnya, masyarakat menjadi nyaman.

Karena menurut Bima,  taman dan pedestrian kota adalah oksigennya jiwa. Kerja kerasnya pun perlahana mendapatkan respon yang positif dari masyarakatt. Bogor yang dulunya dikenal Lautan Ruko, Lautan Angkot dan Lautan PKL, sekarang telah berubah lebih baik.

“Maka saya termasuk orang percaya, bahwa membangun infranstruktur itu adalah jalan untuk membangun kultur. Dengan infrastruktur yang baik, maka masyarakat terlatih untuk disiplin,” ucapnya.

Turut hadir dalam pertemuan ini Para Wakil Rektor Unsyiah, Anggota Senat, Dekan, Kepala Biro dan sejumlah mahasiswa Unsyiah.

https://bkpsdm.tubankab.go.id/ https://siakad.uinbanten.ac.id/ https://centrodeservicio.ecci.edu.co/ecci/ https://linktr.ee/pisangbetslot https://daftartotosuper.com/ https://ingattotokl.com/ https://toto-kl.rpg.co.id/ https://mez.ink/totosuper.idn pisangbet https://baidich.com/rewards/ https://fib.unair.ac.id/fib/