Universitas Syiah Kuala

ARC Unsyiah Siap Kembangkan Desa Wisata Nilam di Aceh Jaya

Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala siap untuk mengembangkan Desa Wisata Nilam di Aceh Jaya, yaitu Desa Ranto Sabon Kecamatan Sampoiniet. Hal ini disampaikan oleh Ketua ARC Unsyiah Dr Syaifullah Muhammad ST MT pada Meeting gabungan antara Unsyiah, Taksforce Desa Wisata Nilam, Dinas Pariwisata dan Curtin Alumni Chapter Indonesia (CUACI) di Balai Senat Unsyiah. (Banda Aceh, 2/6/2020).

Pada pertemuan ini juga dilakukan teleconference dengan Presiden Curtin Herbertus Rinto Wibowo. Syaifullah dalam sambutannya menjelaskan, sejak 2019 Unsyiah sudah merencanakan pengembangan desa wisata di Aceh Jaya. Di mana saat itu, ARC Unsyiah telah memiliki  program desa wisata.

“Tim dari ARC Unsyiah pun sudah mengunjungi desa tersebut untuk melihat potensi dan melakukan intervensi, melalui program Local Economic Development dari Bank Indonesia,” ungkap Syaifullah.

Program inipun akan terus berlanjut pada tahun ini, karena pada waktu yang bersamaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah mengirimkan surat kepada Unsyiah. Di mana isinya, meminta Unsyiah untuk melakukan pendampingan desa wisata.

“Di sisi yang lain, dari Curtin akan mengusulkan dua proposal ke ADS Australia, keduanya terkait desa ranto sabon,” ujar Syaifullah.

  

Porgam yang telah diinisiasi dari bank Indonesia, bisa kita lanjuti dengan kemungkinan-kemungkinan, tidak terlalu bicara uang, pemberdayaan, masyarakat sadar wisata. Jika hal ini bisa disinkronkan akan sangat berdampak bagi masyarakat

Sementara itu Wakil Rektor I Unsyiah Prof. Dr. Marwan mengatakan, program desa wisata ini adalah komitmen Unsyiah untuk melakukan pemberdayaan masyarakat dengan pemanfaat potensi lokal yaitu tanaman nilam. Program pengembangan nilam ini, telah Unsyiah lakukan dalam 3 – 4 tahun terakhir.

“Kita tidak hanya berbicara industri nilam, tapi kita coba kembangkan hal terkait yaitu meramu dengan potensi wisata. Alhamdulillah, Bank Indonesia sudah inisiasi. Unsyiah punya sumber daya dan dukungan Pemerintah Aceh, semoga ada wujud nyata tahun ini,” ucap Marwan.

Ketua Taksforce Desa Wisata Nilam Aceh Dyah Erti Idawati mengungkapkan, pihaknya telah melakukan diskusi untuk menemukan pola yang tepat, khususnya terkait pendampingan desa wisata yang ada di Ranto Sabon. Dan saat ini, Tim Taksforce Desa Wisata Nilam Aceh telah menyusun perencanaan atau road map desa wisata nilam.

“Alhamdulillah, sekarang kita mendapat kabar gembira ada usulan-usulan yang akan menjadi kenyataan,” ucap Dyah.

Melalui pertemuan ini, Dyah pun berharap agar tupoksi yang telah disusun tidak tumpeng tindih sehingga setiap pihak bisa berpartisipasi dalam program pengembangan desa wisata ini.

Kepala Dinas Pariwisata Aceh Jamaluddin, SE. M.Si, Ak mengatakan, Pemerintah Aceh telah menjalankan sejumlah program pengembangan desa wisata. Dengan masuknya Desa Ranto Sabon ini, maka jumlah Desa Wisata di Aceh bertambah lagi dari jumlah sebelumnya sebanyak 19 desa.

“Kita berencana,  tiap kecamatan ada satu desa wisata untuk dikembangkan yang menggunakan dana Pemda, ini merupakan pilot project,” pungkasnya.

https://bkpsdm.tubankab.go.id/ https://siakad.uinbanten.ac.id/ https://centrodeservicio.ecci.edu.co/ecci/ https://linktr.ee/pisangbetslot https://daftartotosuper.com/ https://ingattotokl.com/ https://toto-kl.rpg.co.id/ https://mez.ink/totosuper.idn pisangbet https://baidich.com/rewards/ https://fib.unair.ac.id/fib/