
Puluhan anak didik pemasyarakatan (andikpas) Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Aceh mengunjungi Perpustakaan Unsyiah, Kamis (20/2/2020). Kunjungan ini disambut langsung oleh Kepala UPT Perpustakaan Unsyiah, Dr. Ing. Rudi Kurniawan, S.T, M.Sc. Ia mengatakan kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan literasi yang dilakukan oleh UKM Literasi yang bernaung di bawah Perpustakaan Unsyiah.
Selain menggelar pemilihan duta baca, UKM ini juga menggelar beberapa program lainnya, seperti mendongeng di pesantren hingga mengundang andikpas ke perpustakaan. Kegiatan ini lanjut Rudi, bertujuan untuk membangun karakter sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian dan peningkatan skil kemampuan.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA Aceh), Moch. Muhidin, BC. IP. SH. mengaku sangat senang dan berterima kasih dengan undangan dari Perpustakaan Unsyiah. Kegiatan ini menurutnya dapat membuat para andikpas merasa lebih fresh, lebih tenang, sekaligus membuat mereka bersosialisasi dengan lingkungan luar.
Selain menjalin kerja sama dengan Perpustakaan Unsyiah, LPKA juga akan menjalin kerja sama dengan Lembaga Bahasa Unsyiah untuk menjalankan program zona Inggris. Program ini diperuntukkan bagi andikpas agar mereka dapat belajar bahasa Inggris langsung dari mentor terbaik Unsyiah. Terlebih lagi, usia andikpas terbilang masih muda berkisar 12-18 tahun, sehingga ketika keluar nanti mereka memiliki ilmu baru.
“Kita akan terus mendidik mereka, membangun kepercayaan diri mereka supaya terus bercita-cita”.

Awalnya Muhidin sempat ragu untuk membawa andikpas ke perpustakaan. Takut jika mereka melarikan diri dan melakukan hal yang tak diinginkan. Tetapi setelah andikpas dikumpulkan dan saling berkomitmen, akhirnya kunjungan tetap dilanjutkan.
“Komitmen yang kami sepakati adalah mereka harus saling menjaga, mengingatkan, dan mengontrol satu sama lain untuk tidak melanggar aturan yang telah disepakati.”
Di Indonesia LPKA Aceh merupakan satu-satu gedung yang tidak dikeliling tembok tinggi dan pagar. Gedungnya hanya dikelilingi persawahan. Gambaran ini yang membuat Muhidin lebih menyukai menyebut LPKA sebagai pesantren.
Kegiatan kunjungan ke Perpustakaan Unsyiah ini merupakan kegiatan keduakalinya. Sebelumnya tahun lalu, kegiatan sama juga sempat dilaksanakan. Bahkan, duta baca mendatangi LPKA untuk mengadakan kegiatan literasi, seperti mendongeng. (Humas Unsyiah/un)