Sebanyak 27 mahasiswa Universiti Malaysia Perlis (UniMAP), Malaysia, menyelesaikan program Inbound Student Mobility di Universitas Syiah Kuala (USK). (Banda Aceh, 27 September 2026).
Selama lebih dari tiga pekan berada di Aceh, sejak 4 September 2026 para mahasiswa mengikuti kegiatan pembelajaran di Fakultas Teknik USK serta kunjungan industri di Kota Sabang.
Program ini merupakan bagian dari upaya USK memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi melalui pertukaran mahasiswa dan perluasan kerja sama akademik dengan institusi pendidikan tinggi di luar negeri.
Selama mengikuti program, para mahasiswa UniMAP memperoleh pembelajaran dalam empat mata kuliah, yaitu Manajemen Industri, Lean Manufacturing, Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L), dan Ergonomi di Departemen Teknik Mesin dan Industri Fakultas Teknik USK. Pembelajaran tersebut memberikan wawasan mengenai pengelolaan industri, peningkatan efisiensi proses produksi, keselamatan kerja, serta perancangan lingkungan kerja yang memperhatikan aspek kenyamanan dan kemampuan manusia.
Selain perkuliahan di kelas, peserta juga mengikuti kunjungan industri di Sabang. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal kondisi lapangan dan menghubungkan materi akademik dengan praktik di dunia industri.
Dekan Fakultas Teknik USK, Prof. Dr. Ir. Iskandar, S.T., M.Eng.Sc., IPM, ASEAN Eng, menyampaikan bahwa program mobilitas mahasiswa internasional menjadi kesempatan bagi Fakultas Teknik untuk memperluas pengalaman pembelajaran sekaligus memperkuat hubungan akademik dengan perguruan tinggi mitra.
Menurutnya, interaksi mahasiswa dari dua negara dapat memperkaya perspektif dalam memahami persoalan teknik dan industri, terutama melalui perpaduan pembelajaran teoritis dan pengenalan praktik di lapangan.
“Program ini bukan sekadar pertukaran mahasiswa, tetapi juga ruang untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan perspektif dalam pembelajaran teknik. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun institusi yang terlibat,” demikian pernyataan Dekan Fakultas Teknik USK.
Kegiatan Inbound Student Mobility UniMAP–USK juga sejalan dengan komitmen Departemen Teknik Mesin dan Industri Fakultas Teknik USK dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Program ini secara khusus berkontribusi terhadap SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui perluasan informasi, akses, dan kesempatan memperoleh pengalaman pendidikan tinggi dalam lingkungan akademik internasional. Kehadiran mahasiswa UniMAP di USK menjadi ruang pembelajaran lintas negara yang memungkinkan terjadinya pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan perspektif akademik.
Kegiatan ini juga mendukung SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, terutama melalui penguatan pembelajaran yang berkaitan dengan industri, inovasi, efisiensi proses, keselamatan kerja, ergonomi, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perpaduan pembelajaran di kelas dengan kunjungan industri memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat keterkaitan antara teori, teknologi, dan penerapannya di lapangan.
Selain itu, program ini mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pembangunan jejaring dan kolaborasi antara USK dan UniMAP sebagai institusi pendidikan tinggi di dua negara. Kemitraan tersebut diharapkan dapat terus berkembang tidak hanya dalam bentuk mobilitas mahasiswa, tetapi juga melalui berbagai kegiatan akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan bentuk kolaborasi lainnya.
Dengan demikian, program mobilitas mahasiswa tidak hanya menjadi bagian dari agenda internasionalisasi perguruan tinggi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kontribusi pendidikan tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan Inbound Student Mobility ini merupakan salah satu program unggulan USK dalam mencapai target internasionalisasi, termasuk sasaran menghadirkan 300 mahasiswa asing untuk belajar di USK.
Dalam upaya tersebut, USK terus mengembangkan kegiatan yang memungkinkan mahasiswa asing mengikuti pembelajaran secara langsung di lingkungan kampus, berinteraksi dengan sivitas akademika, serta mengenal potensi daerah melalui kegiatan akademik dan lapangan.
Kepala atau Director Global Engagement Office (GEO) USK, Prof. Dr. Syamsidik, S.T., M.Sc., menilai program mobilitas mahasiswa memiliki peran penting dalam membangun pengalaman internasional yang nyata. Kehadiran mahasiswa asing tidak hanya memperluas jejaring kerja sama, tetapi juga membuka ruang pertukaran budaya dan pengetahuan di lingkungan kampus.
“Program seperti ini merupakan salah satu bentuk nyata internasionalisasi USK. Kami ingin kerja sama dengan perguruan tinggi mitra tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diwujudkan melalui kegiatan akademik yang memberikan pengalaman dan manfaat langsung bagi mahasiswa,” demikian pernyataan Kepala GEO USK.
GEO USK berperan mengelola berbagai aktivitas yang berkaitan dengan mahasiswa dan dosen asing, termasuk mendukung pelaksanaan program mobilitas serta koordinasi kegiatan internasional di lingkungan universitas.
Sementara itu, Sekretaris GEO USK, Dr. Reza P. Munirwan, menyebutkan bahwa keberlanjutan program semacam ini memerlukan koordinasi yang baik antara unit pengelola internasionalisasi, fakultas, dan perguruan tinggi mitra. Pengalaman mahasiswa selama berada di USK diharapkan menjadi modal untuk mengembangkan kegiatan serupa pada masa mendatang.
Menurutnya, program mobilitas mahasiswa juga membuka peluang bagi kedua institusi untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan dan mengidentifikasi bentuk kolaborasi akademik berikutnya, baik melalui pertukaran mahasiswa, kuliah bersama, maupun kegiatan akademik lainnya.
Selama berada di Aceh, para mahasiswa UniMAP tidak hanya mendapatkan pengalaman pembelajaran di lingkungan Fakultas Teknik USK, tetapi juga kesempatan mengenal kondisi sosial dan potensi daerah melalui kunjungan industri di Sabang.
Pengalaman lintas negara tersebut diharapkan memperluas wawasan mahasiswa dalam memahami penerapan ilmu teknik dan manajemen industri pada konteks yang berbeda. Pada saat yang sama, interaksi yang terbangun selama program dapat mempererat hubungan antar mahasiswa dan sivitas akademika kedua perguruan tinggi.
Kepulangan 27 mahasiswa UniMAP pada 27 September 2026 menandai berakhirnya rangkaian kegiatan Inbound Student Mobility di Aceh. Bagi USK, program ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk memperluas keterlibatan internasional dalam kegiatan pendidikan tinggi.
Melalui program serupa, USK berharap semakin banyak mahasiswa asing memperoleh kesempatan belajar di Aceh, sekaligus membuka peluang bagi mahasiswa USK untuk mengikuti program mobilitas di luar negeri. Dengan demikian, internasionalisasi kampus dapat diwujudkan melalui pertukaran pengalaman, penguatan jejaring akademik, dan kerja sama yang memberikan manfaat timbal balik bagi institusi serta mahasiswa.