Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (FH USK) mendorong tumbuhnya kesadaran bersama dalam mencegah perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema “STOP Bullying dan Kekerasan di Sekolah” di SMAN 1 Lhoknga, Aceh Besar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian PKM FH USK dalam rangka Milad USK ke-65 yang dilaksanakan sejak 21 September 2026 di sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Besar.
Ketua Tim PKM FH USK, Saifuddin Bantasyam, mengatakan edukasi mengenai bullying penting diberikan kepada siswa agar mereka mampu mengenali berbagai bentuk perundungan, baik yang terjadi secara langsung di lingkungan sekolah maupun melalui dunia maya.
“Semua pihak, mulai dari orang tua, guru, anak didik hingga masyarakat luas, harus melihat perundungan sebagai sebuah masalah serius,” kata Saifuddin.
Menurutnya, bullying tidak dapat dipandang sebagai sekadar candaan karena dampaknya dapat memengaruhi perkembangan mental dan emosional anak dalam jangka panjang. Perundungan dapat berbentuk ejekan, ancaman, pengucilan hingga kekerasan fisik.
Ia menjelaskan, sekolah seharusnya menjadi ruang yang aman dan mendukung proses tumbuh kembang siswa. Namun, praktik bullying dapat mengganggu rasa percaya diri, kenyamanan belajar hingga motivasi siswa.
Karena itu, guru dan orang tua perlu memiliki kepekaan dalam mengenali tanda-tanda siswa yang menjadi korban bullying. Beberapa diantaranya berupa perubahan perilaku secara mendadak, enggan datang ke sekolah, penurunan prestasi, maupun keluhan fisik tanpa sebab yang jelas.
Kepala SMAN 1 Lhoknga, Zikriah, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai isu bullying dan kekerasan di sekolah sangat relevan dengan kondisi saat ini.
“Momentumnya memang sangat tepat. Kehadiran tim FH USK kami harapkan tidak hanya dalam rangka PKM semata, melainkan juga bisa dalam sesi-sesi lain sehingga dapat menjadi warisan bagi SMAN 1 Lhoknga dalam mencegah bullying dan kekerasan di masa yang akan datang,” ujar Zikriah.
Kegiatan tersebut melibatkan Tim PKM FH USK yang terdiri atas Prof. Ilyas Yunus, Nursiti, Ida Kemala Jeumpa, Roslaini, Nurhafifah, serta Saifuddin Bantasyam.
Sebanyak 40 siswa mengikuti kegiatan tersebut. Mereka dibagi ke dalam 10 kelompok untuk mendorong keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran.
Setiap kelompok diberikan dua soal untuk didiskusikan. Selanjutnya, perwakilan kelompok mempresentasikan hasil pembahasan di hadapan peserta lainnya.
Saifuddin mengatakan antusiasme siswa terlihat selama proses diskusi hingga presentasi. Para siswa menunjukkan pemahaman awal yang cukup baik mengenai berbagai alasan terjadinya perundungan di lingkungan sekolah.
Selain itu, siswa juga telah memahami dampak bullying terhadap korban maupun pelaku, langkah yang dapat dilakukan ketika mengalami perundungan, serta peran sekolah dan orang tua dalam mencegah bullying.
“Kami salut dan berterima kasih kepada SMAN 1 Lhoknga yang telah mengelola kegiatan ini dengan baik,” katanya.
Edukasi mengenai bullying kemudian dilanjutkan melalui Podcast Ngola (Ngobrol Sekolah) yang dikelola OSIS SMAN 1 Lhoknga. Dekan FH USK Prof. Dr. Zahratul Idami, S.H., M.Hum. dan Saifuddin Bantasyam menjadi narasumber dalam podcast berdurasi sekitar 25 menit dengan tema perundungan dan kekerasan di sekolah.