Universitas Syiah Kuala

Perkuat Jejaring Strategis, Pimpinan FISIP USK Gelar Silaturahmi dengan Alumni di Jakarta

Di sela rangkaian kunjungan kerja dan pengembangan kerja sama kelembagaan di Jakarta dan Depok, pimpinan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala (FISIP USK) menggelar pertemuan silaturahmi dengan para alumni yang berdomisili dan berkarier di wilayah Jabodetabek.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat ini dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP USK, Rizanna Rosemary, S.Sos., M.Si., MHC., Ph.D., bersama Dosen FISIP USK, Alfi Rahman, S.I.Kom., M.Si., Ph.D., serta puluhan alumni dari berbagai angkatan dan program studi.

Agenda ini dimanfaatkan pimpinan fakultas untuk mendengarkan secara langsung rekam jejak profesional para alumni sekaligus menjaring pandangan strategis terkait pengembangan mutu akademik. Terlebih, FISIP USK dijadwalkan akan menginjak usia ke-20 pada tahun 2027 mendatang.

Rizanna Rosemary menegaskan bahwa alumni merupakan pilar esensial dalam akselerasi mutu institusi, utamanya di tengah upaya fakultas memperluas jejaring profesional dan menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja.

“Kami ingin hubungan dengan alumni tidak berhenti setelah mereka menyelesaikan studi. Alumni adalah bagian dari keluarga besar FISIP USK dan memiliki pengalaman serta jejaring yang sangat penting untuk membantu fakultas berkembang,” ujar Rizanna.

Menurutnya, sebaran alumni FISIP USK di ibu kota memiliki posisi strategis karena para lulusan telah berkiprah di berbagai sektor lintas disiplin. Masukan dari lapangan dipandang krusial agar proses pendidikan di kampus tetap adaptif terhadap dinamika sosial dan kebutuhan industri yang bergerak cepat.

Senada dengan itu, Alfi Rahman menekankan pentingnya mentransformasikan peran alumni dari sekadar pemenuhan administratif tracer study menjadi mitra strategis pembangunan institusi. Keberadaan alumni di berbagai sektor profesional harus dijembatani kembali ke dalam ekosistem kampus secara lebih terstruktur.

“Teman-teman alumni yang sekarang berada di Jakarta telah masuk ke berbagai ruang profesional. Pengalaman dan network itu merupakan modal besar. Yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana jejaring tersebut dapat dihubungkan kembali dengan mahasiswa dan pengembangan FISIP USK,” jelas Alfi.

Ia menambahkan, sinergi ini dapat diwujudkan melalui berbagai program konkret, mulai dari kuliah tamu praktisi, program mentoring karier bagi mahasiswa, fasilitasi akses magang, hingga perluasan jejaring kelembagaan.

Pertemuan tersebut mendapat sambutan antusias dari para alumni yang hadir. Mewakili rekan-rekan alumni, Ade Mardinal menyatakan kesiapan mereka untuk memberikan kontribusi optimal bagi almamater.

“Kami sebagai alumni tentu menunggu ruang untuk dapat berkontribusi seoptimal mungkin bagi pengembangan FISIP. Apa yang bisa kami bantu melalui pengalaman, jejaring, maupun bidang pekerjaan masing-masing, tentu kami siap mendukung,” ungkap Ade.

Hal senada disampaikan Aris Yunandar, yang menyoroti keberagaman sektor tempat para alumni berkarier, mulai dari instansi pemerintah, lembaga nonpemerintah (NGO), media massa, dunia usaha, hingga sektor industri kreatif dan korporasi. Menurutnya, potensi besar ini akan berdampak masif jika dikonsolidasikan ke dalam wadah jejaring alumni yang solid.

Melalui pertemuan Chapter Jakarta ini, FISIP USK berharap konsolidasi kolaborasi lintas sektor dapat segera diwujudkan. Langkah strategis ini tidak hanya memperkuat ikatan emosional antara kampus dan lulusannya, tetapi juga menjadi fondasi kuat dalam menyiapkan daya saing lulusan menghadapi tantangan global ke depan