Universitas Syiah Kuala

BEM FISIP USK Gelar Sharing Session Bersama Mahasiswa Turki

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala (BEM FISIP USK) menggelar Sharing Session bersama mahasiswa Turki di Banda Aceh, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bertukar pengalaman sekaligus mengenal lebih jauh kehidupan akademik, budaya, dan sistem pendidikan di Turki dan Aceh.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan (KAK) FISIP USK, Dr. Masrizal, S.Sos.I., M.A. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut semestinya dibuka oleh Dekan FISIP USK, Dr. Hamdani, M.Syam., M.A. Namun, karena berhalangan hadir, dirinya mewakili dekan. Dalam kesempatan itu, Masrizal juga menyampaikan salam dari Dekan FISIP USK kepada mahasiswa asal Turki dan seluruh peserta diskusi.

Menurutnya, pertemuan antara mahasiswa FISIP USK dan mahasiswa Turki merupakan langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih erat antarmahasiswa dari kedua negara.

Pertukaran pengalaman itu dinilai dapat membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal sistem pendidikan, kehidupan mahasiswa, budaya, hingga pengalaman akademik di masing-masing negara.

Masrizal mengatakan kegiatan tersebut merupakan Sharing Session internasional pertama yang digelar FISIP USK pada era kepemimpinan Ketua BEM FISIP USK  saat ini.  Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga mahasiswa memiliki perspektif yang lebih luas terhadap isu global serta terdorong untuk meningkatkan kapasitas diri, baik di bidang akademik maupun non akademik.

“Selanjutnya Wadek KAK, berharap mahasiswa dapat memperluas perspektif global dan meningkatkan semangat untuk mengembangkan diri, baik dalam bidang akademik maupun non akademik,” katanya.

Pertukaran gagasan dalam kegiatan tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang kerja sama serta komunikasi lintas negara.

Ketua BEM FISIP USK, Hanip, mengatakan program yang mempertemukan mahasiswa dengan mitra internasional perlu terus digalakkan. Menurutnya, kegiatan semacam itu dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun jejaring internasional sekaligus memperoleh pengalaman baru.

Ia juga menilai kegiatan tersebut relevan dengan keberadaan Program Studi Hubungan Internasional di FISIP USK. Dalam kegiatan itu, BEM turut menghadirkan mahasiswa baru Program Studi Hubungan Internasional untuk mengikuti diskusi.

Selain Yahya, kegiatan tersebut juga menghadirkan Ali Akdag dan Mustafa Abdurahman, mahasiswa program sarjana Istanbul Medeniyet Universitesi, serta Yusuf Goncagul, seorang musisi asal Turki.

Pertemuan mahasiswa FISIP USK dengan rombongan mahasiswa Turki itu difasilitasi Darlis, alumni FISIP USK yang kini menjabat Ketua Umum PAKAT Aceh.