Universitas Syiah Kuala

Inovasi Deteksi Mutu Kopi Gayo, Mahasiswa USK dan IPB Raih Bronze Medal di NEIRA 3

Inovasi teknologi untuk mendukung peningkatan mutu kopi Arabika Gayo mengantarkan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) meraih Bronze Medal pada ajang NEIRA Competition 3 (National Empowerment, Innovation, Research and Art) 2026 yang berlangsung di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, (29-31 Agustus 2026)

Prestasi tersebut diraih oleh Chairul Ikhsan, mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, USK, bersama Muhammad Abrar Herana, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Departemen Ekonomi Syariah, IPB. Kompetisi nasional ini diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Budidaya Hutan UGM

Dalam kompetisi tersebut, keduanya mengangkat karya berjudul “ARABISCAN: Sistem Deteksi Kemurnian dan Klasifikasi Mutu Kopi Arabika Gayo Menggunakan Pengolahan Citra Digital Berbasis Metode K-Nearest Neighbor.”

ARABISCAN merupakan gagasan inovatif yang memanfaatkan teknologi pengolahan citra digital untuk membantu mendeteksi kemurnian sekaligus mengklasifikasikan mutu green bean Kopi Arabika Gayo. Pendekatan tersebut ditawarkan sebagai salah satu solusi untuk mendukung proses identifikasi mutu kopi yang lebih objektif dengan memanfaatkan teknologi digital.

Sebelumnya, karya ARABISCAN telah berhasil melewati tahap seleksi dan dinyatakan sebagai salah satu finalis NEIRA Competition 3. Pada tahap final, Chairul dan Muhammad Abrar mempresentasikan karya mereka secara langsung di hadapan dewan juri, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab.

Kolaborasi lintas perguruan tinggi dan lintas disiplin ilmu menjadi salah satu kekuatan dalam pengembangan ARABISCAN. Chairul Ikhsan yang memiliki latar belakang Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian berkontribusi pada aspek teknologi pangan, khususnya terkait mutu dan pengembangan gagasan untuk komoditas kopi.

Sementara itu, Muhammad Abrar Herana dari bidang Ekonomi Syariah memberikan perspektif ekonomi dan pengembangan nilai dari inovasi tersebut. Perpaduan kedua bidang keilmuan ini memperkuat ARABISCAN agar tidak hanya berorientasi pada aspek teknologi, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan dalam perspektif ekonomi dan kebermanfaatan bagi sektor pertanian.

Chairul menjelaskan, ARABISCAN dikembangkan sebagai bentuk integrasi antara ilmu teknologi pangan dan teknologi digital dalam menjawab tantangan peningkatan mutu komoditas Kopi Arabika Gayo. Pengolahan citra digital dengan metode K-Nearest Neighbor (K-NN) menjadi pendekatan utama dalam sistem tersebut untuk membantu menghasilkan proses identifikasi dan klasifikasi mutu yang lebih objektif.

Menurutnya, inovasi ini juga menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital memiliki peluang besar untuk diterapkan dalam sektor pertanian, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas dan daya saing komoditas unggulan daerah.

“ARABISCAN kami kembangkan untuk mengintegrasikan teknologi pangan dengan teknologi digital, khususnya dalam membantu proses identifikasi kemurnian dan klasifikasi mutu Kopi Arabika Gayo,” ujar Chairul.

Ia berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan sehingga nantinya memiliki manfaat yang lebih luas bagi sektor pertanian dan industri kopi, khususnya dalam mendukung proses pengendalian mutu komoditas Kopi Arabika Gayo.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian USK, Prof. Dr. Ir. Sabaruddin, M.Agr.Sc., menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih mahasiswa USK melalui kolaborasi dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain.

Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengembangkan gagasan inovatif sekaligus membangun kolaborasi lintas perguruan tinggi dan disiplin ilmu.

“Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk tidak hanya berkompetisi secara individu maupun institusional, tetapi juga membuka ruang kolaborasi

NEIRA Competition 3 tahun 2026 mengusung tema “Sinergi Kreativitas dan Intelektualitas Pemuda untuk Indonesia Berkelanjutan.” Kompetisi ini menghadirkan berbagai bidang dan subtema, termasuk pertanian, pangan, dan teknologi.

Ajang tersebut diikuti oleh 1.368 peserta yang tergabung dalam 419 tim dari berbagai perguruan tinggi dan daerah di Indonesia. Rangkaian final meliputi presentasi karya, sesi diskusi dan tanya jawab bersama dewan juri, seminar pendidikan, pengumuman pemenang dan seremoni penghargaan, serta kegiatan field trip.