Lima mahasiswa Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil menorehkan prestasi dalam ajang Kompetisi Karya Tulis Ilmiah Nasional (KKTIN) 2026 dengan meraih Bronze Medal dan penghargaan Honorable Mention pada bidang Chamber Lingkungan.
Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Akademika Riset Indonesia bersama Universitas AKPRIND Indonesia pada 25–26 Juli 2026. Kegiatan yang berpusat di Yogyakarta ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam kompetisi karya tulis ilmiah.
Prestasi tersebut diraih melalui karya tulis ilmiah berjudul “Tamiang Resilience: Revitalisasi Drainase dan Buffer Zone untuk Mitigasi Banjir Aceh Tamiang.” Karya ini mengangkat permasalahan banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, dengan menawarkan pendekatan berupa revitalisasi sistem drainase dan pengembangan buffer zone, sebagai bagian dari upaya mitigasi dan peningkatan ketahanan lingkungan terhadap bencana banjir.
Gagasan Tamiang Resilience menyoroti pentingnya pengelolaan lingkungan yang tidak hanya berfokus pada penanganan dampak banjir, tetapi juga pada upaya membangun sistem yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Melalui pendekatan tersebut, karya ini diharapkan dapat menjadi salah satu gagasan yang mendukung peningkatan ketahanan wilayah Aceh Tamiang dalam menghadapi risiko banjir.
Tim yang berhasil membawa nama Fakultas Pertanian USK dalam kompetisi tersebut terdiri atas: Qurrata Aqyun, Dara Yuniva, Tahany Amira, Cut Rauzatul Husna, dan Darageubri Fhonna. Dalam proses penyusunan dan pengembangan karya, tim mendapatkan bimbingan dari Rahmat Barona, S.P., M.Si. selaku pembina.
Perolehan Bronze Medal dan Honorable Mention menjadi pencapaian yang membanggakan, sekaligus menunjukkan kontribusi mahasiswa Agroteknologi dalam mengembangkan gagasan ilmiah yang berkaitan dengan persoalan lingkungan dan pertanian. Prestasi ini juga menjadi bukti bahwa mahasiswa Fakultas Pertanian USK mampu berkompetisi dan membawa gagasan berbasis perasalahan lokal ke tingkat nasional.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Fakultas Pertanian khususnya Program Studi Agroteknologi, untuk terus berani mengembangkan gagasan inovatif, mengikuti kompetisi ilmiah. Serta menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan dan pertanian di masyarakat.
Dekan FP USK Prof. Sabaruddin berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus aktif mengikuti berbagai kompetisi akademik, baik pada tingkat nasional maupun internasional.
“Semoga prestasi ini menjadi langkah awal untuk terus berkarya, berinovasi, dan membawa nama baik Universitas Syiah Kuala di tingkat nasional maupun internasional,” ucapnya.