Universitas Syiah Kuala

80 Mahasiswa USK Tuntaskan Program Pemulihan Masyarakat Pascabencana di Desa Agusen

Sebanyak 80 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) telah menyelesaikan program USK Mengabdi 2026 di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues sejak tanggal 8 – 21 Juli 2026. Program pengabdian ini mengusung tema “Mengabdi untuk Pulih, Bergerak untuk Bangkit” sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam pemulihan masyarakat pascabencana banjir bandang November 2025.

Diinisiasi BEM USK melalui Kementerian Sosial Masyarakat, program ini berfokus pada pemulihan infrastruktur dasar, mitigasi bencana, kesehatan, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat. Rangkaian kegiatan diawali pembekalan pada 4 Juli 2026 di Aula Gedung F Fakultas Kedokteran USK. Pada 8 Juli 2026, para volunteer dilepas secara langsung dari Sekretariat BEM USK oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH.

Program utama yang dilaksanakan meliputi pemulihan jaringan air bersih, pemasangan papan dan peta jalur evakuasi, serta pemasangan 10 titik lampu tenaga surya. Dalam pemulihan air bersih, mahasiswa bersama mitra memperbaiki jaringan pipa sepanjang sekitar 3,7 kilometer, dengan pemasangan awal sekitar 300 meter. Sementara itu, papan jalur evakuasi dipasang di titik-titik rawan bencana untuk membantu masyarakat menuju lokasi aman.

Selain program utama, mahasiswa juga melaksanakan berbagai kegiatan pendukung, seperti medical check-up, pendataan kesehatan masyarakat, senam pagi, pembuatan lapangan voli, mengajar tari dan mengaji, sosialisasi di SD dan SMP, kegiatan ekonomi kreatif, “Berceritee” tentang Tari Bines dan Tari Saman, penanaman bibit, serta kegiatan psikososial melalui play dough bersama anak-anak.

Dalam bidang lingkungan, mahasiswa berkolaborasi dengan KPH VIII dan Balai Besar TNGL menanam sekitar 50 bibit pohon konservasi di sekitar huntara dan wilayah rawan longsor. Seluruh kegiatan menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak.

Rangkaian pengabdian ditutup pada 19 Juli 2026 dan dilanjutkan dengan malam keakraban bersama masyarakat pada 20 Juli. Selama dua pekan, mahasiswa tidak hanya menjalankan program, tetapi juga membangun hubungan dan belajar langsung dari masyarakat Desa Agusen.

Menteri Sosial Masyarakat BEM USK, Jam’an Jamil, menyampaikan bahwa USK Mengabdi 2026 merupakan kegiatan yang diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, pengabdian bukan sekadar hadir dan menjalankan program, tetapi bagaimana kita dapat memberikan manfaat yang terus dirasakan masyarakat.

“Semoga apa yang telah kami lakukan dapat dirawat dan dilanjutkan bersama untuk Desa Agusen yang lebih kuat dan bangkit,” ucapnya.