Universitas Syiah Kuala

Mahasiswa KKN USK Gelar Senam Ceria untuk Anak Cut Langien

Suasana ceria dan penuh semangat tampak memenuhi halaman Meunasah Gampong Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Puluhan anak-anak antusias mengikuti kegiatan “Senam Ceria” yang diinisiasi oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) Kelompok Reguler 11 Periode XXIX.

Kegiatan yang dipandu langsung oleh para mahasiswa dari berbagai lintas disiplin ilmu. Meliputi Ilmu Hukum, Pendidikan Dokter, Ilmu Keperawatan, Pendidikan Geografi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, hingga Kehutanan; berlangsung meriah. Diiringi alunan musik yang energik, anak-anak tampak riang mengikuti setiap gerakan senam dari awal hingga selesai.

Program senam bersama ini dirancang sebagai agenda rutin akhir pekan oleh tim KKN. Selain menjaga kebugaran jasmani, kegiatan ini difokuskan sebagai media edukasi untuk menanamkan kesadaran pentingnya aktivitas fisik sejak usia dini. Melalui pendekatan yang menyenangkan, olahraga terbukti mampu meningkatkan daya tahan tubuh, melatih koordinasi gerak, mengoptimalkan perkembangan motorik, serta membentuk anak-anak yang aktif dan percaya diri.

Ketua KKN USK Kelompok 11, Ari Maulana, menyampaikan bahwa pembentukan pola hidup sehat paling efektif dimulai sejak usia anak-anak.

“Kami ingin menghadirkan kegiatan sederhana yang memberikan manfaat jangka panjang. Senam bukan hanya soal kesehatan fisik, tetapi juga melatih kedisiplinan, kekompakan, dan menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga sejak dini,”* ujar Ari.

Salah seorang peserta, Kahfi, turut mengungkapkan antusiasmenya mengikuti kegiatan tersebut bersama rekan-rekan sebayanya.

“Saya senang sekali ikut senam bersama kakak-kakak KKN. Musiknya seru, gerakannya mudah diikuti, jadi ingin ikut lagi minggu depan. Semoga kegiatan seperti ini terus ada,”* kata Kahfi.

Inisiatif positif ini turut mendapat apresiasi penuh dari Geuchik Gampong Cut Langien, Muhammad Syahril, S.Pd. Menurutnya, program tersebut berhasil menciptakan ruang interaksi dan bermain yang sehat bagi generasi muda desa.

Senada dengan hal tersebut, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Muhammad Sayuthi, S.P., M.P., memuji dedikasi dan kekompakan Kelompok 11. Ia menilai program yang dirancang tidak hanya inovatif dan edukatif, tetapi juga memberikan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Melalui pendekatan edukasi rekreasi ini, mahasiswa berharap pesan kesehatan dapat diterima dengan baik tanpa terkesan kaku, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/ SDGs) poin ke-3 mengenai Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being).