Universitas Syiah Kuala

USK Sambut Relawan Universiti Malaya untuk Pemulihan Pascabencana di Pidie Jaya

Universitas Syiah Kuala (USK) menyambut kedatangan sejumlah relawan Universiti Malaya (UM) dalam program Kinabalu Volunteer International Project, yang telah membantu pemulihan pascabencana di Pidie Jaya. Kehadiran relawan ini disambut oleh Rektor USK  Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., di Balai Senat USK. (Banda Aceh, 24 Juli 2026).

Program kolaboratif antara USK dan Universiti Malaya ini merupakan implementasi kerja sama internasional di bidang pengabdian kepada masyarakat yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan aksi kemanusiaan.
Selama berada di Aceh, para mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan pemulihan pascabencana, mulai dari trauma healing bagi anak-anak, edukasi kebencanaan, pemberdayaan masyarakat, hingga pertukaran budaya dan pembelajaran bersama mahasiswa USK.

Rektor menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Menurutnya, solidaritas kemanusiaan merupakan nilai yang mampu memperkuat hubungan antarbangsa, khususnya di kawasan ASEAN.

Rektor menilai kehadiran mahasiswa Universiti Malaya bukan sekadar menjalankan program pengabdian, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar secara langsung mengenai ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Belajarlah dengan baik di sini. Pengalaman seperti ini mungkin tidak akan ditemukan di tempat lain. Yang paling penting untuk dipelajari bukan hanya bagaimana menghadapi bencana, tetapi bagaimana masyarakat mampu bangkit dan bertahan setelah musibah terjadi,” katanya.

Prof. Mirza mengungkapkan,  selama lebih dari delapan bulan terakhir, USK telah menyalurkan banyak bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak, mengirimkan dokter spesialis secara bergiliran ke daerah bencana, serta menerjunkan sekitar 2.100 mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kebencanaan.

“Semua bantuan itu menunjukkan bahwa kita saling membantu sebagai sesama bangsa di kawasan ASEAN. Solidaritas inilah yang membuat kita mampu menghadapi berbagai tantangan bersama,” ujarnya.

Ketua Kolej Kediaman Kinabalu Universiti Malaya, Mizra Hilmi bin Abu Bakar, mengaku terkesan dengan sambutan hangat yang diberikan oleh USK. Ia mengatakan seluruh rombongan merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar USK.

“Kami sangat bersyukur karena sejak hari pertama berada di sini kami diterima dengan sangat baik dan diperlakukan layaknya keluarga. Pengalaman ini tentu akan menjadi kenangan yang sangat berharga bagi kami semua,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan yang dibawa rombongan merupakan simbol kepedulian masyarakat Malaysia terhadap masyarakat Aceh. Namun, ia menilai pengalaman yang diperoleh selama berada di Aceh jauh lebih bernilai dibandingkan bantuan yang mereka serahkan.

” Kami melihat bagaimana masyarakat mampu bangkit dari berbagai ujian dengan penuh ketabahan. Itu adalah pelajaran yang tidak dapat diperoleh hanya di ruang kelas,” katanya.

Ketua Panitia, Prof. Dr. Ichwana, S.T., M.P menjelaskan, program ini diikuti oleh 33 mahasiswa Universiti Malaya yang didampingi empat dosen dan tenaga pendamping. Selain kegiatan seremonial, peserta akan mengikuti pembelajaran lapangan, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran budaya, serta kuliah bersama mahasiswa USK.

Salah satu agenda utama adalah kunjungan  untuk mempelajari pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dikelola oleh organisasi non-pemerintah (NGO). Di sana mahasiswa akan mengamati sistem pengelolaan sampah organik dan anorganik, kemudian mendiskusikan praktik tersebut sebagai bagian dari laporan akademik mereka.

“Selain itu, para peserta akan mengikuti diskusi mengenai mitigasi bencana bersama mahasiswa USK sebagai bagian dari pertukaran pengetahuan antara kedua perguruan tinggi,” ucapnya.